Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Petunjuk Sabit dan Seng Rusak, Warga Gunung Getuk Tulungagung Ditemukan Tewas di Dalam Kolam

24
×

Petunjuk Sabit dan Seng Rusak, Warga Gunung Getuk Tulungagung Ditemukan Tewas di Dalam Kolam

Sebarkan artikel ini

Seorang pencari pakan ternak berinisial IS (53), warga Dusun Gunung Getuk, Desa Besole, ditemukan tewas tenggelam di dalam kolam ( Dedik santoso ajttv.com)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Suasana Sabtu senja di Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Tulungagung mendadak berubah mencekam (7/2/2026). Seorang pencari pakan ternak berinisial IS (53), warga Dusun Gunung Getuk, Desa Besole, ditemukan tewas tenggelam di dalam kolam milik warga setelah sebelumnya sempat dinyatakan hilang saat beraktivitas.

Misteri Sabit dan Atap Seng yang Rusak

​Tragedi ini bermula saat korban berpamitan mencari ramban (pakan ternak) sekitar pukul 15.30 WIB di area rumah salah satu saksi, Nasrudin Abdulloh. Kecurigaan muncul ketika saksi yang berniat meminta bantuan korban untuk mengangkut batu tak mendapati keberadaannya di lokasi.

​Pencarian yang dilakukan saksi bersama pelapor berujung pada temuan yang mencurigakan di area kolam. Sebuah sabit, dahan ramban yang berserakan, serta atap seng yang dalam kondisi rusak menjadi petunjuk bisu yang mengarah ke dalam kolam air.

​Evakuasi di Dasar Kolam

​Kekhawatiran saksi terbukti benar. Setelah dilakukan penyisiran di dalam air, jasad IS ditemukan dalam kondisi tenggelam di dasar kolam. Peristiwa memilukan ini langsung dilaporkan ke Mapolsek Besuki sekitar pukul 18.30 WIB.

​Kapolsek Besuki, AKP M. Sansun, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim gabungan dari Samapta dan Reskrim untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

​Hasil Medis: Murni Kecelakaan

​Pemeriksaan luar jenazah dilakukan secara intensif oleh dr. Endang Sawitri dari Puskesmas Besole. Hasil pemeriksaan tersebut mematahkan segala spekulasi liar di masyarakat.

“Berdasarkan hasil medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban,” tegas AKP M. Sansun.

​Keluarga Ikhlas

​Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tragis ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut. Jenazah telah diserahkan kepada keluarga di Desa Besole untuk proses pemakaman.

​Insiden ini menjadi pengingat bagi warga untuk selalu waspada saat beraktivitas di area yang memiliki risiko tinggi, terutama di sekitar genangan air atau kolam yang dalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *