Puluhan Sapi Tumbang, 1 Pedhet Mati, Tim Vaksinator Trenggalek Gerak Cepat/ Ayu Np ajttv.com
TRENGGALEK, AJTTV.COM – Kabar duka bagi dunia peternakan di Bumi Menak Sopal. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dilaporkan kembali “mengamuk” di Kabupaten Trenggalek sejak akhir 2025 hingga awal 2026. Tak main-main, serangan virus ini telah menelan korban nyawa ternak dan mengancam ekonomi ratusan peternak lokal.
Dongko Jadi Titik Nol, Virus Meluas ke Bendungan
Serangan gelombang baru ini terdeteksi pertama kali di Desa Siki, Kecamatan Dongko pada Desember lalu. Tercatat 7 ekor sapi milik 5 peternak langsung terkapar, di mana satu ekor anak sapi (pedhet) dilaporkan mati mengenaskan akibat keganasan virus ini.
Memasuki Januari 2026, situasi bukannya mereda justru kian meluas. Total ada 22 kasus baru yang menyerang sapi potong di beberapa wilayah, termasuk 11 ekor sapi di Desa Sumurup (Bendungan) dan 10 ekor di Desa Parakan (Trenggalek) yang saat ini tengah berjuang untuk sembuh.
Perang Melawan PMK: 12 Ribu Dosis Vaksin Dikerahkan
Merespons kondisi darurat ini, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Trenggalek langsung tancap gas. Sebanyak 12 ribu dosis vaksin PMK telah disiapkan untuk membentengi ternak yang masih sehat.
Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Disnakkan Trenggalek, drh. Ririn Hari Setiani, menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan 7 Tim Vaksinator yang akan bekerja militan selama 40 hari ke depan.
”Tiap Senin sampai Jumat tim akan menyisir kandang-kandang. Target kita, Februari hingga Maret ini seluruh stok vaksin tahap pertama harus terserap habis. Bahkan saat bulan puasa nanti, tim kami tetap akan turun ke lapangan,” tegas drh. Ririn pada Selasa (03/02/2026).
Kendala Miris: Penolakan dari Peternak
Di tengah ancaman kerugian ekonomi yang nyata, drh. Ririn menyayangkan masih adanya “tembok penghalang” berupa penolakan dari sebagian peternak untuk memvaksinasi hewannya. Padahal, vaksinasi adalah satu-satunya cara paling efektif mencegah penularan yang lebih luas.
”Kami sangat berharap peternak bersikap kooperatif. Jangan sampai menyesal saat ternak sudah terjangkit. Kami berikan vitamin dan vaksin secara gratis demi keselamatan ternak warga,” pungkasnya.
Hingga saat ini, Disnakkan masih menunggu tambahan dosis vaksin tahap kedua dari pemerintah provinsi untuk memastikan seluruh populasi sapi dan kambing di Trenggalek aman dari ancaman PMK.












