Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Konsolidasi Lintas Sektor, Polres dan Pemkab Tulungagung Perkuat Komitmen “Silat Damai” Guna Cegah Konflik

27
×

Konsolidasi Lintas Sektor, Polres dan Pemkab Tulungagung Perkuat Komitmen “Silat Damai” Guna Cegah Konflik

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) Lintas Sektor sebagai upaya berkelanjutan dalam pencegahan konflik antar oknum perguruan pencak silat. Rapat yang dihadiri oleh unsur TNI, Polri, Bakesbangpol, perwakilan perguruan silat, akademisi, serta organisasi pers seperti PWI dan AJT ini berlangsung di Gedung SAR Lantai 2 Polres Tulungagung, Jumat (9/1/2026).

​Rapat Anev ini merupakan implementasi dari Keputusan Bupati Tulungagung mengenai pembentukan Gugus Tugas Penanggulangan Konflik Oknum Perguruan Pencak Silat, sekaligus bagian dari Program Kerja Polres Tulungagung Tahun 2026.

​Kapolres: Keamanan Tanggung Jawab Bersama

​Dalam arahannya, Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, menekankan pentingnya sinergi komprehensif dari seluruh stakeholder untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

​”Situasi keamanan di Tulungagung adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh perguruan pencak silat untuk terus memegang teguh komitmen perdamaian,” tegas AKBP Taat Resdi.

​Kapolres berharap pencak silat harus dikembalikan pada fungsinya sebagai sarana pembentukan karakter, disiplin, dan pelestarian budaya daerah, bukan justru menjadi sumber konflik sosial. Di akhir pertemuan, AKBP Taat Resdi secara khusus menyampaikan salam perpisahan dan berharap program pencegahan konflik dapat diteruskan oleh penggantinya seiring dengan penugasan barunya di Kabupaten Malang.

​Pemkab Soroti Pendekatan Holistik dan Kultural

​Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin dalam kesempatan tersebut, menyoroti perlunya pendekatan yang holistik dan lintas sektor untuk menyelesaikan akar masalah konflik. Pemkab berkomitmen penuh untuk memfasilitasi dialog damai antar perguruan serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda.

​Selain pendekatan struktural dan hukum, rapat juga menyepakati perlunya pendekatan kultural dan spiritual. Hal ini termasuk penyelenggaraan kegiatan siraman rohani dan dukungan program pelatihan kerja serta sertifikasi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung, sebagai upaya mengarahkan energi positif generasi muda.

​Kesepakatan Strategis untuk Kamtibmas

​Rapat Anev tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis sebagai panduan operasional Gugus Tugas ke depan. Poin-poin utama kesepakatan tersebut meliputi Penguatan komunikasi, mediasi, dan rekonsiliasi antar pengurus perguruan silat, Peningkatan pembinaan dan pengawasan internal, khususnya bagi anggota usia muda, ​Penegakan hukum yang adil dan tegas tanpa pandang bulu terhadap oknum yang melanggar, Pemanfaatan media massa untuk edukasi budaya damai dan Pemetaan potensi kerawanan menjelang agenda dan kegiatan besar perguruan.

​Komitmen Media Mengawal Jurnalisme Damai

​Dukungan kuat juga datang dari kalangan jurnalis. Sekretaris Aliansi Jurnalis Tulungagung (AJT), Hariyanto, menyatakan kesiapan media menjadi mitra konstruktif dalam program ‘Silat Damai’.

​”Media memiliki peran strategis dalam menjaga suasana tetap kondusif. Kami di AJT berkomitmen menjalankan jurnalisme yang etis, berimbang, menolak pemberitaan provokatif, serta menghadirkan narasi yang menyejukkan,” ujar Hariyanto.

​Ia menegaskan bahwa produk berita harus menjadi jembatan persaudaraan dan penguat persatuan, bukan pemicu perpecahan di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *