Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Pria Tanpa Identitas Tewas Tertemper Kereta Api di Tulungagung, Polisi Sisir Area Hingga 100 Meter

2
×

Pria Tanpa Identitas Tewas Tertemper Kereta Api di Tulungagung, Polisi Sisir Area Hingga 100 Meter

Sebarkan artikel ini

Foto : Ilustrasi

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Keheningan sore di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, mendadak berubah menjadi kegemparan. Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas mengenaskan di sepanjang jalur rel kereta api pada Senin (16/03/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

​Kondisi jenazah saat ditemukan sangat memprihatinkan. Diduga kuat, korban tertabrak kereta api yang melaju dari arah utara (Kediri) menuju selatan (Stasiun Tulungagung). Akibat benturan keras tersebut, potongan tubuh korban ditemukan tercecer di sepanjang lintasan rel dengan radius mencapai 100 meter.

​Kapolsek Ngantru, AKP Edi Santoso, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini pihak kepolisian masih berupaya keras mengidentifikasi korban. Minimnya saksi mata di lokasi kejadian menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam menyusun kronologi pasti peristiwa maut tersebut.

​”Saat kejadian, tidak ada warga yang melihat langsung detik-detik kecelakaan. Kami baru menerima laporan setelah warga menemukan kondisi korban di lokasi,” jelas AKP Edi Santoso saat memimpin olah TKP, Senin malam.

Ciri-Ciri Korban

Berdasarkan hasil identifikasi awal di lapangan, petugas memberikan gambaran fisik korban ​Jenis Kelamin Laki-laki,​Estimasi Usia Sekitar 40 hingga 50 tahun dan ​Mengenakan kaos bermotif garis hitam putih dan celana berwarna biru.

​Lantaran kondisi fisik yang sulit dikenali, polisi mengimbau bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut untuk segera melapor ke Polsek Ngantru atau RSUD dr. Iskak Tulungagung.

Imbauan Keselamatan

Tragedi ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan bahaya beraktivitas di sekitar jalur kereta api. Jalur rel bukanlah area publik yang aman untuk melintas atau berdiam diri.

​Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk berkoordinasi dengan pihak PT KAI untuk mengetahui kereta api apa yang melintas pada rentang waktu kejadian tersebut. Saat ini, jenazah telah dievakuasi ke ruang pemulasaran jenazah RSUD dr. Iskak untuk proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut melalui sidik jari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *