ARTIKEL TERBARUKABAR DAERAH

Santri Tidak Cuma Mengaji: Ponpes MADU Tulungagung Dibekali Ilmu Tanggap Bencana Bersama LAZNAS LMI

×

Santri Tidak Cuma Mengaji: Ponpes MADU Tulungagung Dibekali Ilmu Tanggap Bencana Bersama LAZNAS LMI

Sebarkan artikel ini
PRAKTIK SIMULASI: Sejumlah santri Pondok Pesantren Salafiyah Ma'dinul 'Ulum (MADU) Tulungagung bersama tim Relawan LMI Rescue mempraktikkan cara merakit dan mendirikan tenda darurat saat Pelatihan GANALA (Siaga Bencana Alam), Kamis (22/10/2026). (Foto: Dok. LAZNAS LMI)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pondok Pesantren Salafiyah Ma’dinul ‘Ulum (MADU) KH. Ahmad Badjuri Tulungagung menunjukkan bahwa peran santri kini tidak hanya terbatas pada pendalaman ilmu agama, tetapi juga kesiapan menjaga keselamatan jiwa.

​Bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Lembaga Manajemen Infaq (LAZNAS LMI), sebanyak 90 warga pesantren yang terdiri dari 70 santri serta 20 ustaz dan ustazah mengikuti Pelatihan GANALA (Siaga Bencana Alam) pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini dirancang untuk mencetak generasi pesantren yang tangguh, responsif, dan siap menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan.

​Dalam pelatihan tersebut, para peserta tidak sekadar menerima materi teori, melainkan langsung terjun melakukan praktik penyelamatan darurat di bawah bimbingan narasumber Humanitarian Program LAZNAS LMI, Susanto. Selama kegiatan, peserta dibekali berbagai materi krusial mulai dari pertolongan pertama medis seperti teknik Medical First Responder (MFR), resusitasi jantung paru (CPR), pembalutan luka, hingga pemasangan bidai untuk penanganan patah tulang.

Baca Juga:  DPRD Tulungagung gelar Rapat Paripurna, Agenda PAW Anggota dan Penetapan Ranperda APBD TA 2025

​Selain itu, peserta juga dilatih melakukan evakuasi darurat dengan membuat tandu memanfaatkan sarana terbatas seperti tongkat dan tali untuk membawa korban ke area aman. Pembekalan semakin lengkap dengan simulasi penanganan kebakaran menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) maupun Alat Pemadam Api Tradisional (APAT), serta teknik mendirikan tenda pengungsian skala besar.

​Susanto menekankan bahwa dalam situasi darurat, kecepatan mengambil keputusan harus diimbangi dengan kedisiplinan dan keutamaan keselamatan diri maupun orang lain.

​”Melalui pelatihan GANALA ini, kami ingin menumbuhkan generasi santri yang tidak hanya peka secara sosial, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang sigap dan terukur saat situasi kritis terjadi,” ungkap Susanto.

Baca Juga:  Mobil Bupati Tulungagung Dihadang Pria Bertubuh Kekar Saat Keluar Pendopo

​Langkah edukatif ini menyelaraskan semangat HSN 2026 dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Sebagai institusi yang dihuni banyak santri dan tenaga pengajar, pesantren berpotensi menjadi pusat kesiapsiagaan berbasis komunitas jika dibekali ilmu mitigasi yang tepat. Melalui sinergi ini, Ponpes MADU Tulungagung membuktikan bahwa semangat pengabdian santri modern mencakup ketangguhan fisik, kepedulian sosial, serta kesiapan nyata dalam melindungi lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar dari ancaman bencana.

​Selamat Hari Santri Nasional 2026!

Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas. SIAP UNTUK SELAMAT!