ARTIKEL TERBARUKABAR DAERAH

Tragis! Sekeluarga di Tulungagung Terpapar TBC Akibat Tinggal di Rumah Pengap Tanpa Ventilasi

×

Tragis! Sekeluarga di Tulungagung Terpapar TBC Akibat Tinggal di Rumah Pengap Tanpa Ventilasi

Sebarkan artikel ini

PROGRAM BEDAH RUMAH: Terpasang spanduk program “Bedah Rumah Pengabdian Masyarakat” di dinding rumah Muji di Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Rabu (21/10/2026). Hunian minim ventilasi ini direnovasi oleh IDI Cabang Tulungagung bersama Pemkab Tulungagung setelah seluruh anggota keluarga di dalamnya terkonfirmasi terpapar TBC. (Anang yulianto ajttv.com)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Sebuah potret buram kehidupan sosial dan kesehatan masyarakat kembali mengemuka di Kabupaten Tulungagung. Satu keluarga kurang mampu di Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, terpaksa harus menjalani perawatan medis di rumah sakit setelah seluruh anggotanya terkonfirmasi tertular penyakit Tuberculosis (TBC).

​Realitas pahit ini dialami oleh Muji dan tiga anggota keluarganya. Ironisnya, cepatnya penularan penyakit menular tersebut dipicu oleh kondisi tempat tinggal mereka yang jauh dari kata layak huni.

Baca Juga:  Dewan Tulungagung Usulkan Pemberhentian Masa Jabatan Bupati Maryoto Bhirowo

​Hunian Pengap 4 Jiwa Tanpa Ventilasi

​Kondisi keprihatinan yang menimpa keluarga Muji menjadi perhatian serius dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tulungagung dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

​Spesialis Forensik IDI Cabang Tulungagung, dr. Wendi Wiranata, mengungkapkan fakta medis di balik cepatnya penularan bakteri TBC di rumah tersebut. Menurutnya, sanitasi dan sirkulasi udara rumah Muji sangat buruk sehingga menjadi sarang penularan penyakit.

​”Kondisi bangunannya memang sangat tidak layak huni. Rumah tersebut tidak memiliki ventilasi udara yang memadai, padahal dihuni oleh empat orang. Bahkan akses keluar masuk pun hanya bergantung pada satu pintu saja,” ungkap dr. Wendi.

​Tanpa adanya sirkulasi udara dan sinar matahari yang cukup, sirkulasi udara di dalam rumah menjadi tidak sehat dan memicu penularan TBC secara berulang (re-infeksi) di antara sesama anggota keluarga.

Baca Juga:  Rumah Berlantai Dua Milik Warga Boyolangu Tulungagung Ludes Terbakar

​Uluran Tangan dan Langkah Darurat

​Melihat kondisi sosial yang memprihatinkan ini, perbaikan fisik rumah Muji menjadi kebutuhan darurat agar keluarga tersebut dapat sembuh total dan tidak tertular kembali setelah keluar dari perawatan rumah sakit.

​Memperingati Hari Bakti IDI ke-118 pada Rabu (21/10/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Tulungagung, Ahmad Baharudin, bersama jajaran IDI Tulungagung turun langsung menyalurkan bantuan bedah rumah untuk Muji.

​Tak hanya renovasi rumah, aksi kepedulian sosial ini juga diselaraskan dengan pembagian puluhan paket sembako bagi warga kurang mampu di sekitar lingkungan Desa Wonorejo guna membantu meringankan beban ekonomi warga.

​Alarm Pentingnya Hunian Sehat Bagi Masyarakat

​Peristiwa yang menimpa keluarga Muji menjadi pengingat keras bagi publik dan pemerintah daerah akan eratnya hubungan antara kemiskinan, kelayakan hunian, dan derajat kesehatan masyarakat.

Baca Juga:  Polres Trenggalek Amankan Pengambilan Surat Suara Pilkades Serentak

​Penyerahan bantuan yang dihadiri oleh Dinas Kesehatan, Muspika Sumbergempol, hingga Pemerintah Desa setempat ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi memicu kepedulian sosial yang lebih luas terhadap lingkungan sekitar.

​Sinergi berkelanjutan antara Pemkab, organisasi medis, dan gotong royong warga menjadi kunci utama agar tak ada lagi warga yang harus kehilangan kesehatan dan ruang hidup yang layak akibat terimpit kemiskinan.