TULUNGAGUNG, AJTTV.COM — SMKN 1 Tulungagung membuktikan kualitas pembelajaran vokasi modern melalui panen raya melon berbasis teknologi pada gelaran SEMESTA Harvest Day 2026, Minggu (13/9/2026). Dalam panen perdana ini, sekolah berhasil memanen sekitar 3,5 ton melon dari kawasan greenhouse yang mereka kelola.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, yang hadir di lokasi acara. Aries menilai langkah SMKN 1 Tulungagung sebagai bukti nyata bahwa pembelajaran SMK mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi yang terhubung langsung dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Baca Juga : 81 Warga Tulungagung Dicoret dari Penerima BLT APBD Tahap II, Simak Penjelasannya
”Menurut saya ini adalah proses yang sangat luar biasa yang bisa dicontoh oleh SMK-SMK kita yang punya jurusan pertanian. Nantinya akan dikembangkan lagi, termasuk bagaimana pola kemitraan yang dibangun,” ujar Aries.
Ia menambahkan, sekolah telah berhasil menyulap lahan yang sebelumnya kurang optimal menjadi kawasan produktif yang mencakup sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan.
Integrasi Teknologi IoT dan Pola Kemitraan DUDI
Budidaya unggulan ini mengusung teknologi AutoGrow System yang terintegrasi dengan metode Nutrient Film Technique (NFT). Sistem berbasis Internet of Things (IoT) ini memungkinkan para siswa memantau kondisi kelembapan dan perkembangan tanaman secara real-time melalui ponsel pintar.
Kepala SMKN 1 Tulungagung, Ning Fadlillah, menjelaskan bahwa seluruh proses mulai dari penanaman, pemantauan kualitas, hingga pemasaran melibatkan siswa secara langsung.
”Anak-anak tidak hanya menanam. Mereka juga mengecek melalui handphone dengan sistem AutoGrow, memantau kelembapan, dan memastikan tingkat kemanisan melon,” terang Ning.
Baca Juga : Tiga Hari Tak Terlihat Keluar Rumah, ODGJ di Rejotangan Tulungagung Ditemukan Meninggal
Pengembangan melon ini dibagi ke dalam dua area greenhouse dengan total luas 1.109 meter persegi yaitu Greenhouse Melon Inthanon Seluas 949 meter persegi dengan kapasitas sekitar 2.350 tanaman (metode NFT) dan Greenhouse Melon Diva 15: Seluas 160 meter persegi (metode polibag).
Dalam pengembangannya, sekolah menjalin kemitraan strategis dengan Vertindo Semarang. Kemitraan ini mencakup pendampingan teknologi, panduan budidaya, hingga penyediaan tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa.
Meski pemasaran tahap awal masih dibantu oleh mitra, pihak sekolah kini mulai melatih para siswa untuk melakukan pemasaran secara mandiri sesuai standar kualitas dan harga pasar yang disepakati.
Melalui program ini, SMKN 1 Tulungagung berharap dapat terus menjadi laboratorium hidup (living laboratory) bagi pertanian modern serta mencetak generasi petani muda yang kreatif dan berjiwa wirausaha.






