Bupati Tulungagung Gatut Sunu dan Wakil Ahmad Baharudin (anang ajttv.com)
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso menjadi saksi bisu momen refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Gatut Sunu Wibowo dan Wakil Bupati Ahmad Baharuddin. Bukan sekadar seremoni potong tumpeng dan doa bersama, momen ini menjadi ajang pembuktian bahwa janji politik telah bertransformasi menjadi kerja nyata.
Rekor Anggaran: Lonjakan 300% untuk Jalan
Kejutan besar muncul pada proyeksi anggaran tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, Pemkab Tulungagung mengalokasikan Rp318 miliar khusus untuk penanganan jalan. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir, bahkan melonjak hampir tiga kali lipat dibanding rata-rata anggaran tahun-tahun sebelumnya.
”Ini bukan sekadar angka, tapi komitmen. Kami ingin mobilitas warga lancar, ekonomi berputar lebih cepat,” tegas Bupati Gatut di hadapan jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat, Jumat (20/2).
Raport Hijau Setahun Memimpin
Dalam 365 hari ke belakang, wajah infrastruktur Tulungagung mulai bersolek. Berikut adalah rincian “serangan” pembangunan yang telah dilakukan.
34,50 km jalan kabupaten telah mulus kembali, didukung perbaikan 9 unit jembatan vital. Irigasi sepanjang 9,68 km direhabilitasi, memastikan sawah petani tetap teraliri air.
Selwin itu ada 94 gedung sekolah diperbaiki demi kenyamanan generasi penerus dan 11 pasar rakyat direvitalisasi agar mampu bersaing dengan ritel modern.
Menyentuh Akar Rumput
Kepemimpinan Gatut-Baharuddin juga dikenal sangat “membumi”. Melalui Gerakan Pangan Murah yang menyisir 19 kecamatan, pemerintah hadir saat harga pasar bergejolak. Sisi kemanusiaan pun diperkuat dengan penyaluran bantuan kepada 1.040 warga miskin ekstrem dan 385 penyandang disabilitas.
Tak berhenti di situ, Tulungagung siap menyelaraskan langkah dengan program pusat, mulai dari Makan Bergizi Gratis hingga penguatan Koperasi Desa Merah Putih.
Ajakan “Move On” dan Kawal Pembangunan
Menutup naskahnya, Bupati Gatut memberikan pesan menyejukkan. Ia menegaskan bahwa hiruk-pikuk politik telah usai. Kini, saatnya seluruh elemen masyarakat bersatu tanpa sekat.
”Partisipasi publik adalah kunci. Jika ada penyimpangan, laporkan segera. Kami tidak antikritik, kami ingin membangun bersama,” pungkasnya.












