Salah satu pelaku umkm Tulungagung ( anang ajttv.com)
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UKM) Kabupaten Tulungagung tancap gas di tahun 2026 dengan memperkuat ekosistem ekonomi lokal. Melalui serangkaian agenda Gelar Karya UMKM dan pendampingan intensif, pemerintah daerah berupaya memastikan ratusan ribu pelaku usaha tetap kompetitif, terutama menyusul penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang baru.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tulungagung, Slamet Sunarko, melalui Sekretaris Dinas (Sekdin) Hendro menyampaikan bahwa strategi pembinaan tahun ini difokuskan pada perluasan pasar dan legalitas produk.
Gelar Karya UMKM: Jemput Bola di Enam Kecamatan
Untuk memicu perputaran ekonomi di tingkat akar rumput, Dinkop UKM menyelenggarakan Gelar Karya UMKM di enam lokasi strategis. Dimulai dari wilayah pinggiran hingga pusat kota, mencakupKecamatan Rejotangan, Kecamatan Campurdarat, Kecamatan Sendang Hingga wilayah perkotaan Tulungagung.
”Agenda ini bukan sekadar pameran, tapi wadah sinergitas agar produk lokal bisa dikenal lebih luas dan memiliki daya saing yang kuat di pasar regional,” ungkap Hendro, Rabu.
Prioritas Sektor dan Akselerasi Sertifikasi Halal
Dengan populasi pelaku usaha yang mencapai lebih dari 259.897 unit, Pemkab Tulungagung memberikan perhatian khusus pada dua sektor unggulan, Makanan-Minuman (Mamin) dan Fashion.
Salah satu instrumen utama dalam pembinaan tahun ini adalah percepatan Sertifikasi Halal. Mengingat regulasi nasional yang semakin ketat, pendampingan bagi UMKM yang belum bersertifikat terus ditingkatkan agar produk mereka memiliki standar keamanan dan kepercayaan konsumen yang lebih tinggi.
Menyikapi Kenaikan UMK 2026
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, UMK Tulungagung 2026 telah resmi ditetapkan naik menjadi Rp2.628.190. Kenaikan ini dipandang sebagai tantangan sekaligus peluang bagi dunia usaha.
Pihak Dinas menekankan bahwa kenaikan upah ini harus dibarengi dengan peningkatan produktivitas pekerja dan efisiensi operasional UMKM.
”Kenaikan UMK diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kesejahteraan pekerja dan stabilitas iklim usaha di Tulungagung,” tambahnya.
Melalui integrasi pembinaan teknis dan kebijakan upah yang proporsional, Pemkab Tulungagung optimis sektor UMKM akan terus menjadi tulang punggung ekonomi daerah yang resilien di masa depan.












