Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Target Sebelum Lebaran 2026, Jalan Rusak Sambirobyong Tulungagung Mulai Diperbaiki Secara Permanen

7
×

Target Sebelum Lebaran 2026, Jalan Rusak Sambirobyong Tulungagung Mulai Diperbaiki Secara Permanen

Sebarkan artikel ini

Jalan Rusak Sambirobyong Tulungagung/ Tangkapan layar

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Kabar baik bagi warga Kecamatan Sumbergempol dan Ngunut. Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan perbaikan ruas jalan rusak yang menghubungkan Desa Sambirobyong hingga Desa Pulotondo akan tuntas sebelum Idul Fitri 2026.

​Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah setelah jalur alternatif strategis tersebut mengalami kerusakan parah selama hampir dua tahun terakhir.

​Prioritas Jalur Pulosari–Bukur

​Plt. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik, menjelaskan bahwa perbaikan ini merupakan bagian dari paket pekerjaan ruas Pulosari (Ngunut) – Bukur (Sumbergempol) dengan total panjang sekitar empat kilometer.

​”Ruas Sambirobyong menjadi prioritas utama kami. Titik-titik dengan tingkat kerusakan paling parah akan segera ditangani. Target kami jelas, sebelum Lebaran masyarakat sudah bisa menikmati jalan yang mulus,” ujar Sodik, Rabu (18/2/2026).

​Sistem Lembur dan Penanganan Permanen

​Menanggapi aksi protes warga yang sempat menanam pohon pisang di lubang jalan, pihak PUPR berkomitmen untuk melakukan percepatan. Tidak hanya sekadar tambal sulam, pemerintah menjanjikan perbaikan yang lebih permanen.

Tim teknis akan menerapkan sistem lembur guna mengejar target sebelum arus mudik dimulai dan Penanganan difokuskan pada penguatan badan jalan mengingat volume kendaraan yang meningkat pasca beroperasinya Jembatan Ngujang 2.

Sodik menambahkan Perbaikan mendahulukan lubang-lubang dalam yang selama ini kerap memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.

​Jalur Vital Pasca Operasional Jembatan Ngujang 2

​Meningkatnya kerusakan di ruas ini tidak lepas dari statusnya sebagai jalur alternatif favorit. Sejak Jembatan Ngujang 2 beroperasi, kendaraan bermuatan berat sering melintasi jalur ini, yang mempercepat penurunan kualitas aspal.

​”Kami sangat memahami keluhan warga. Oleh karena itu, perbaikan kali ini diupayakan lebih kokoh agar tidak cepat rusak kembali meskipun beban lalu lintasnya tinggi,” tambah Sodik.

​Dengan adanya komitmen ini, diharapkan “hutan pisang” yang sempat menghiasi jalanan Sambirobyong segera berganti dengan aspal mulus, sehingga mobilitas ekonomi masyarakat kembali normal dan aman menjelang hari raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *