Tim paralayang Indomesia saat bertanding di Thailand/ istimewa
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Dunia olahraga dirgantara Indonesia kembali mencatatkan tinta emas di kancah internasional. Dalam ajang bergengsi 5th FAI Asian Paragliding Accuracy Championships yang digelar di Pha Tak Suea, Nongkhai, Thailand pada 7–15 Februari 2026, atlet muda asal Tulungagung sukses mengharumkan nama bangsa.
Damar Tetuko Tembus Elit Asia
Damar Tetuko Harimurti, siswa berbakat dari SMAN 1 Boyolangu, berhasil menunjukkan tajinya dengan menembus peringkat Top 5 Asia pada kategori Overall Junior (U-26). Prestasi ini sangat membanggakan mengingat kejuaraan ini diikuti oleh 97 pilot terbaik dari 12 negara se-Asia.
Nanang Kuncahyo, selaku pendamping Damar , menyatakan rasa bangganya atas konsistensi Damar di langit Thailand.
”Persaingan di sini sangat ketat, ada 92 pilot dari 11 negara yang memperebutkan gelar juara benua. Damar mampu menunjukkan mental juara dan masuk jajaran elit Top 5 Junior Asia, ini pencapaian luar biasa untuk pemuda asal Tulungagung,” ujar Nanang Kuncahyo, Senin (16/2/2026).
Dominasi Timnas Indonesia di Podium
Secara keseluruhan, Tim Nasional Indonesia tampil perkasa dengan membawa pulang total 3 medali. Skuad Merah Putih sukses mengamankan posisi Runner-up (Medali Perak) pada kategori paling bergengsi, yaitu Nations Team (Beregu).
Kekuatan tim beregu Indonesia kali ini diperkuat oleh deretan pilot elit: Jafro Megawanto, Rizky Maulana, Pangeran Dirgantara, Damar Tetuko Harimurti, Rika Wijayanti, dan Shakira Wasila Ananda.
Persaingan Ketat di 5 Kategori
Nanang Kuncahyo menambahkan bahwa kejuaraan ini mempertandingkan lima kategori utama, yaitu: Overall, Overall Female, Overall Junior, Overall Master, dan Nations Team.
”Keberhasilan tim meraih perak di kategori Nations Team serta prestasi individu di kategori Junior membuktikan bahwa program pembibitan atlet kita berada di jalur yang benar. Kami berharap dukungan terus mengalir untuk talenta seperti Damar,” tutup Nanang.
Keberhasilan Damar Tetuko masuk dalam jajaran 5 besar kategori Junior serta kontribusinya dalam tim beregu membuktikan bahwa talenta muda dari Tulungagung mampu bersaing sejajar dengan pilot-pilot kelas dunia.












