Petugas Damkarmat Tulungagung di lokasi pendakian / Damkar
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Suasana pendakian di Gunung Budeg, Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, berubah menjadi momen mendebarkan bagi tiga remaja putri pada Selasa sore (17/02/2026). Niat hati menikmati pemandangan alam, ketiganya justru terjebak dan ketakutan saat hendak turun akibat dihadang oleh kawanan kera liar dalam jumlah banyak.
Tim Baruna Satpol PP Damkar Tulungagung yang menerima laporan darurat langsung bergerak cepat menuju lokasi sekitar pukul 14.15 WIB untuk melakukan aksi penyelamatan.
Dihadang Kawanan Kera Saat Turun
Ketiga remaja yang sempat terjebak tersebut adalah Azyana Ula Ramadhani (17) asal Wonodadi Blitar, Angel Aulia Azahra (17) asal Pucanglaban, dan Julia Dhea (16) asal Rejotangan.
Ketakutan memuncak saat mereka menyadari jalur turun telah “dikuasai” oleh kawanan primata liar. Karena merasa terancam dan tidak berani melanjutkan perjalanan turun, salah satu korban segera menghubungi petugas untuk meminta pertolongan.
Kesigapan Tim Baruna 1
Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkar Tulungagung, Iwan Supriyono, mengonfirmasi bahwa personel Baruna 1 langsung diterjunkan ke medan pendakian begitu laporan masuk. Petugas menyisir jalur pendakian Gunung Budeg untuk menjemput ketiga remaja tersebut.
”Kami menerima laporan evakuasi penyelamatan orang saat melakukan pendakian di Gunung Budeg. Para korban merasa takut untuk turun karena adanya hewan liar berupa kera yang jumlahnya sangat banyak di sepanjang jalur,” jelas Iwan Supriyono, Rabu (18/02).
Beruntung, tim Baruna 1 berhasil menjangkau posisi para pendaki tersebut dan memberikan pengawalan ketat hingga sampai di kaki gunung dengan selamat.
Situasi Aman Terkendali
Iwan menambahkan bahwa proses evakuasi berjalan lancar tanpa ada korban luka. Ketiga remaja tersebut berhasil dipulangkan ke rumah masing-masing setelah kondisi psikologis mereka stabil.
”Anggota kami dampingi proses turunnya hingga titik aman. Alhamdulillah, situasi TKA (Tenang, Kondusif, Aman),” pungkas Iwan.
Pihak Damkar mengimbau para pendaki untuk selalu waspada terhadap keberadaan satwa liar di kawasan hutan lindung dan tidak memaksakan diri jika melihat kawanan hewan yang berperilaku agresif.












