Tim Basarnas Trenggalek menyelamatkan nelayan asal Situbondo di Perairan Prigi/ ist
TRENGGALEK, AJTTV.COM – Keajaiban dialami oleh Imam Junaidi (46), seorang nelayan asal Desa Palangan, Situbondo. Setelah kapal yang digunakannya hancur dihantam ombak di perairan Uluwatu, Bali, ia berhasil bertahan hidup dengan cara terapung di tengah lautan luas sebelum akhirnya dievakuasi di perairan Prigi, Trenggalek.
Penyelamatan dramatis ini bermula saat kapal pengangkut batubara, KM SLM Josaphine, yang tengah berlayar dari Kalimantan Timur menuju Cilacap, melintasi perairan Tanjung Mebulu, Uluwatu pada Minggu (29/3). Kru kapal melihat titik kecil di tengah laut yang ternyata adalah Imam yang sedang berpegangan erat pada benda terapung.
Proses Evakuasi di Tengah Laut
Koordinator Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo, menjelaskan bahwa pihak kapal pengangkut batubara segera mengirimkan sinyal mayday untuk berkoordinasi mengenai titik penjemputan.
”Kami mendapatkan sinyal darurat dan langsung berkomunikasi dengan kru kapal. Disepakati titik intersep (pertemuan) dilakukan di perairan Prigi karena posisi kapal yang sedang melintas,” jelas Bayu.
Tim Basarnas Trenggalek kemudian bergerak menuju koordinat 8^\circ 20′ 37,8” \text{ LS} dan 111^\circ 43′ 14,2” \text{ BT} menggunakan kapal cepat untuk menjemput Imam dari atas kapal besar tersebut.
Kembali ke Pelukan Keluarga
Setibanya di Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Prigi, Imam langsung menjalani pemeriksaan kesehatan. Meski sempat mengalami trauma dan kelelahan hebat akibat terombang-ambing di laut, kondisi fisiknya dinyatakan stabil dan sehat.
Saat ini, pihak berwenang telah memfasilitasi kepulangan Imam ke kampung halamannya di Situbondo. Kisah Imam menjadi pengingat bagi para nelayan untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang kerap melanda perairan selatan Jawa dan Bali.












