Scroll untuk baca artikel
BERITA NASIONALBERITA TERBARU

Tragedi Bocah 12 Tahun di Sukabumi: Tewas Penuh Luka Bakar, Ibu Tiri Kembali Terseret Dugaan Penganiayaan

8
×

Tragedi Bocah 12 Tahun di Sukabumi: Tewas Penuh Luka Bakar, Ibu Tiri Kembali Terseret Dugaan Penganiayaan

Sebarkan artikel ini

Tragedi Bocah 12 Tahun di Sukabumi/ tangkapan layar

SUKABUMI, AJTTV.COM – Duka mendalam menyelimuti keluarga NS (12), seorang anak laki-laki asal Sukabumi, Jawa Barat. NS menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Jampang Kulon dengan kondisi tubuh yang memprihatinkan. Luka bakar parah ditemukan di sekujur tubuhnya, memicu dugaan kuat bahwa korban menjadi sasaran kekejaman ibu tirinya sendiri.

​Kasus ini menjadi sorotan publik setelah video penanganan medis korban viral di media sosial, memperlihatkan kondisi NS yang tak berdaya akibat luka yang diduga berasal dari siraman air panas.

Kesaksian Ayah: “Baru Dua Hari Saya Tinggal Bekerja”

​Ayah korban, Anwar Satibi, tak kuasa menahan kesedihan sekaligus kecurigaan. Ia mengungkapkan bahwa peristiwa ini terjadi saat dirinya sedang bekerja di Kota Sukabumi selama dua hari. Sebelum berangkat, Anwar memastikan anaknya dalam kondisi sehat walafiat.

​Namun, pada malam pertama Ramadan, sebuah telepon dari istrinya meruntuhkan dunianya. Anwar dikabari bahwa NS dalam kondisi sakit parah.

​”Pas saya pulang, kondisinya sangat jauh berbeda. Sebelum berangkat belum terjadi apa-apa,” ungkap Anwar dengan nada bergetar, Sabtu (21/02/2026).

Rekam Jejak Kekerasan yang Terulang

​Hal yang paling menyakitkan bagi Anwar adalah kenyataan bahwa ini bukan kali pertama istrinya diduga melakukan kekerasan. Setahun lalu, saat NS masih kelas 6 SD, kasus serupa pernah dilaporkan ke pihak kepolisian.

​”Waktu itu istri saya mohon-mohon, sujud janji mau berubah. Ternyata sekarang terulang lagi,” kenang Anwar pahit. Demi mencari keadilan bagi sang putra, Anwar dengan tegas meminta pihak RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi untuk melakukan autopsi menyeluruh.

Hasil Pemeriksaan Medis: Paru-Paru Membengkak

​Kepala RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi, Kombes dr. Carles Siagian, memaparkan hasil pemeriksaan awal yang menunjukkan luasnya area luka bakar pada tubuh korban. Luka tersebut ditemukan di bagian Lengan dan Kaki​Punggung dan Area sensitif wajah (Bibir dan Hidung)

​Tak hanya luka luar, tim medis juga menemukan adanya pembengkakan pada organ paru-paru korban. Namun, tim forensik belum berani memberikan kesimpulan akhir terkait penyebab pasti kematian.

​”Sampel organ seperti jantung dan paru-paru sudah kami kirim ke Jakarta untuk analisis mendalam. Kami juga memeriksa apakah ada zat-zat tertentu di dalam tubuh korban,” jelas Kombes dr. Carles.

Menanti Hasil Laboratorium Jakarta

​Saat ini, kepolisian dan tim medis tengah menunggu hasil laboratorium dari Jakarta guna memastikan apakah luka bakar tersebut menjadi penyebab utama kematian atau ada faktor lain. Sementara itu, pihak keluarga dan warga sekitar berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan hukuman setimpal jika dugaan penganiayaan ini terbukti benar.

​Kini, janji “sujud berubah” sang ibu tiri setahun lalu tinggal menjadi kenangan kelam yang harus dibayar mahal dengan nyawa seorang anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *