Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

TRAGEDI PANTAI SINE TULUNGAGUNG: Setelah 3 Hari Pencarian, Pemuda Asal Malang Ditemukan Tak Bernyawa di Balik Karang

10
×

TRAGEDI PANTAI SINE TULUNGAGUNG: Setelah 3 Hari Pencarian, Pemuda Asal Malang Ditemukan Tak Bernyawa di Balik Karang

Sebarkan artikel ini

Pemuda Asal Malang Ditemukan Tak Bernyawa di Balik Karang/ Ist

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Keheningan pagi di Pantai Sine, Kalidawir, pecah saat Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan titik terang dalam misi kemanusiaan selama tiga hari terakhir. M.A.U. (20), pemuda asal Kota Malang yang dilaporkan hilang ditelan ombak sejak Sabtu lalu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (09/02/2026) pagi.

Kronologi Penemuan: Terjepit di Sela Karang

​Operasi pencarian yang melelahkan ini mencapai puncaknya saat petugas patroli melihat sesosok tubuh tergeletak di samping batu karang besar, tak jauh dari lokasi awal korban terseret arus.

​“Informasi masuk pukul 05.45 WIB. Tim langsung bergerak melakukan penyisiran darat dan evakuasi di titik koordinat 8°17’33″S 111°56’11″E,” ungkap Kapolsek Kalidawir, AKP Bambang Kurniawan.

​Hanya berjarak sekitar 100 meter dari LKK (Lokasi Kejadian Kritis), tubuh korban berhasil dievakuasi pada pukul 06.30 WIB. Isak tangis dan suasana haru menyelimuti proses pemindahan jenazah sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk prosedur medis terakhir.

​Satu Nyawa Terselamatkan

​Tragedi ini bermula pada Sabtu (07/02) pagi. Korban bersama rekannya, A (48) asal Ponorogo, sedang asyik berenang menikmati suasana pantai. Namun, keganasan arus laut selatan tiba-tiba menarik keduanya. Beruntung, A berhasil diselamatkan warga sesaat setelah kejadian, sementara M.A.U. hilang ditelan ombak hingga ditemukan tiga hari kemudian.

​Peringatan Keras dari Pesisir Selatan

​Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi para wisatawan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa keindahan Pantai Sine menyimpan risiko besar berupa arus bawah laut yang tak terduga.

​”Kami mengimbau masyarakat untuk tidak abai. Patuhi papan bicara keselamatan. Ombak selatan tidak bisa diprediksi,” tegas AKP Bambang.

​Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup. Kolaborasi apik antara TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan lokal menjadi kunci keberhasilan evakuasi ini meskipun berakhir dengan kabar duka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *