- Trenggalek darurat bencana / istimewa
TRENGGALEK, AJTTV.COM— Kabupaten Trenggalek memasuki hari Jumat (2/1/2026) dalam kondisi darurat bencana. Hujan deras dan angin kencang yang terjadi sejak kemarin memicu tiga bencana sekaligus—banjir, longsor, dan pohon tumbang—yang tersebar di lima kecamatan dan sembilan desa/kelurahan, bahkan sempat melumpuhkan total akses jalan utama Trenggalek-Pacitan.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stafanus Triadi Atmono, mengonfirmasi bahwa rentetan kejadian ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang masih berlangsung hingga malam hari.
Jalur Utama Terputus, Evakuasi Maraton Dilakukan
Dampak paling signifikan terasa pada sektor transportasi. Angin kencang menyebabkan pohon tumbang masif di beberapa titik kritis seperti Durenan-Bandung. Akses utama ini sempat tertutup total oleh pohon tumbang. Trenggalek-Pacitan (Panggul) disini Pohon tumbang dan tiang listrik roboh, mengakibatkan jalur vital ini terputus total tadi malam serta Panggul-Pule dimana Akses ini juga terganggu dan masih dalam penanganan tim gabungan hingga pagi hari.
”Tadi malam jalur utama ke Pacitan sempat terputus total. Tim gabungan kemudian langsung turun tangan melakukan pembersihan, dan sekarang sudah kembali normal,” kata Triadi, memuji respons cepat tim di lapangan.
Selain itu, akses alternatif Gemaharjo-Prigi di Watulimo juga sempat terhalang oleh pohon tumbang.
Banjir Rendam Sekolah, Longsor Hantam Rumah Warga
Tak hanya pohon tumbang, Trenggalek juga harus menghadapi ancaman hidrometeorologi lainnya.
Banjir bandang sesaat melanda Dusun Gading dan Gandu di Desa Karanggandu, Watulimo. Dampaknya, SDN 2 Karanggandu ikut terendam. Beruntung, banjir cepat surut dan saat ini masyarakat fokus pada pembersihan material.
Tiga lokasi dilaporkan mengalami longsor di Kecamatan Dongko. Longsor menimpa rumah milik Sunaryo di Desa Watuagung, sementara di Desa Siki, dinding rumah milik Darno jebol dihantam material longsoran.
Sementara itu, di Kecamatan Trenggalek sendiri, delapan rumah di Desa Karangsoko mengalami kerusakan ringan hingga sedang, mayoritas pada bagian atap yang terempas angin kencang.
Peringatan BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Mengintai 10 Hari ke Depan
BPBD Trenggalek bersyukur tidak ada korban jiwa maupun luka dalam serangkaian bencana ini, namun kewaspadaan harus ditingkatkan.
Peringatan ini diperkuat oleh BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda, yang merilis peringatan cuaca ekstrem selama 10 hari ke depan. Peningkatan intensitas hujan ini dipicu oleh aktifnya Monsun Asia, serta gangguan gelombang atmosfer seperti Low Frequency dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi Jawa Timur.
”Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. BMKG telah merilis peringatan adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” jelas Triadi, meminta warga segera melapor jika melihat potensi bahaya.












