Banjir keluhan warga di medsos soal kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG)
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Kekuatan media sosial benar-benar menunjukkan taringnya di Kabupaten Tulungagung. Berawal dari gelombang protes emak-emak dan wali murid yang mengeluhkan kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang buruk, tak layak, hingga diduga berjamur, hal ini akhirnya memaksa orang nomor satu di Tulungagung untuk angkat bicara.
Pantauan di berbagai platform digital, para wali murid meluapkan kekecewaan mendalam. Foto-foto nasi yang dianggap tak bergizi hingga temuan makanan berjamur di salah satu SD di wilayah Kecamatan Tulungagung menjadi bola salju yang terus membesar.
Merespons Suara Netizen, Bupati Pasang Badan
Melihat kegaduhan yang tak kunjung reda di jagat maya, Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, langsung memberikan pernyataan tegas melalui kanal komunikasinya. Ia mengakui bahwa informasi yang beredar di medsos tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
”Kalau unggahan (di medsos) ini benar, saya selaku Pimpinan tertinggi di Tulungagung akan turun gunung. Secepatnya akan kami tindak lanjuti,” ujar Bupati Gatut Sunu menyikapi keluhan warga yang viral tersebut, Minggu (8/3/2026).
Ancaman Sanksi Bagi Pengelola Nakal
Bupati menegaskan bahwa dirinya tidak akan mentoleransi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermain-main dengan program nasional ini. Ia memastikan akan melakukan kroscek lapangan untuk mencocokkan keluhan di medsos dengan fakta di dapur penyedia.
”Bilamana ditemukan pelanggaran, tidak sesuai aturan, dan melenceng terlalu jauh, kami siap untuk memberi peringatan yang tegas,” tambahnya.
Netizen: “Jangan Hanya Janji”
Reaksi Bupati yang dipicu oleh suara netizen ini mendapat respon beragam. Akun seperti Mbah Goens dan sejumlah wali murid lainnya berharap pernyataan “turun gunung” tersebut bukan sekadar pemadam kebakaran di media sosial, melainkan langkah nyata untuk mengevaluasi total kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) di Tulungagung.
Hingga saat ini, publik masih menunggu aksi nyata sidak Bupati ke dapur-dapur SPPG untuk memastikan tidak ada lagi siswa yang menerima makanan tidak layak konsumsi di tengah bulan suci Ramadan ini.












