Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

1.000 Karyawan RSUD Dr. Iskak Tulungagung Dipaksa Upgrade Skill! Taktik Blended Learning Lawan Krisis Waktu dan Biaya

69
×

1.000 Karyawan RSUD Dr. Iskak Tulungagung Dipaksa Upgrade Skill! Taktik Blended Learning Lawan Krisis Waktu dan Biaya

Sebarkan artikel ini

1000 karyawan Rsud Dr.Iskak mengikuti Diklat Kompetensi Dasar yang ketat/ humas Rsud dr iskak

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – RSUD Dr. Iskak Tulungagung tak main-main dalam menghadapi tuntutan akreditasi dan standar pelayanan terbaru. Dalam sebuah gebrakan masif yang melibatkan 1.000 karyawan—dibagi menjadi 20 angkatan—pihak rumah sakit menggelar Diklat Kompetensi Dasar yang ketat. Ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan upaya drastis untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien di tengah efisiensi anggaran pemerintah.

​Inovasi “Corporate University”: Lawan Aturan 20 Jam Pelatihan

​Mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan RI terbaru, setiap staf wajib mendapatkan minimal 20 jam pelatihan (JPL) per tahun. Angka ini menjadi tantangan besar. Namun, RSUD Dr. Iskak menjawabnya dengan inovasi.

​”Pegawai punya hak minimal 20 jam pelatihan. Untuk mencapai itu dengan biaya seefisien mungkin, kami menggunakan pendekatan Sistem Pembelajaran Terintegrasi (Corporate University),” ungkap Agus Heru Cahyono, S.AP., dari Tim Kerja Pelayanan Diklit.

​Taktik ini menepis metode klasikal yang memakan biaya besar. Sebagai gantinya, RSUD Dr. Iskak mengandalkan sistem Blended Learning yang dikembangkan sendiri, menggabungkan pembelajaran mandiri melalui e-learning (LMS) dengan sesi praktik langsung.

​E-Learning Wajib Tuntas Sebelum Masuk Kelas!

​Pelatihan ini menuntut kedisiplinan tinggi. Peserta diwajibkan menyelesaikan 12 materi inti secara mandiri dalam waktu 7 hari, setara 21 JPL. Materi kritis yang dibahas mencakup Pencegahan Infeksi, Bantuan Hidup Dasar (BHD), Manajemen Mutu, hingga Komunikasi Efektif.

​Hanya peserta yang sukses menyelesaikan semua tugas dan soal di Sistem Informasi Diklat (Sidak) yang berhak melangkah ke tahap klasikal selama 4 JPL.

​”Peserta harus tuntas Tahap Pembelajaran Mandiri/E-Learning. Ini adalah filter utama. Setelah itu, baru mereka bisa ikut praktik intensif Bantuan Hidup Dasar, Komunikasi Efektif, dan simulasi penanganan infeksi,” terang Heru.

​Dengan total 1.000 peserta yang dilatih dari 16 September hingga 8 Oktober 2025, RSUD Dr. Iskak menunjukkan komitmen keras untuk memastikan setiap pegawai memiliki kompetensi dasar yang selaras dengan nilai dan budaya kerja rumah sakit. Tujuannya tunggal: menaikkan standar pelayanan dan memastikan keselamatan pasien berada di atas segalanya.

Reporter : Heru Susanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *