TULUNGAGUNG, AJTTV.COM– Sebanyak 257 desa di Kabupaten Tulungagung harus menghadapi masa sulit pada tahun anggaran 2026. Dana Desa (DD) yang menjadi motor penggerak pembangunan di tingkat akar rumput mengalami penyusutan drastis hingga 70 persen.
Pemangkasan ini merupakan imbas dari kebijakan pemerintah pusat yang mengalihkan sebagian besar dana untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kini, rata-rata desa hanya menerima alokasi sebesar Rp276 juta hingga Rp373 juta.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tulungagung melalui Kabid Bina Pemerintahan Desa, Reza Zulkarnain, menyatakan bahwa penurunan ini memaksa desa untuk menghentikan mayoritas proyek infrastruktur baru. “Desa kini hanya mampu melakukan pemeliharaan skala kecil. Semua rencana harus dirombak total melalui musyawarah desa untuk menentukan prioritas yang paling mendesak,” ungkap Reza, Jumat.












