Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Polisi Pastikan Stok Elpiji Tulungagung Aman, Pedagang Ayam Goreng: Harga Mahal Tak Masalah Asal Barang Ada

8
×

Polisi Pastikan Stok Elpiji Tulungagung Aman, Pedagang Ayam Goreng: Harga Mahal Tak Masalah Asal Barang Ada

Sebarkan artikel ini

Edy pedagang ayam goreng asal Desa Rejoagung kecamatan Kedungwaru Tulungagung ( anang ajttv.com)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Kelangkaan gas Elpiji 3 kg bersubsidi di wilayah Kabupaten Tulungagung mulai memukul sektor usaha mikro. Para pelaku UMKM kini harus memutar otak dan merogoh kocek lebih dalam akibat sulitnya mendapatkan “si melon” serta harganya yang melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

​Keluhan ini salah satunya datang dari Edy, seorang penjual ayam goreng warga Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru. Ia mengaku sangat kesulitan menjalankan usahanya dalam beberapa hari terakhir karena pasokan gas yang tak menentu.

Berburu Gas Hingga Luar Desa

​Edy memaparkan bahwa stok Elpiji 3 kg di sekitar tempat tinggalnya di Rejoagung seringkali kosong. Untuk tetap bisa menggoreng ayam dagangannya, ia terpaksa melakukan “perburuan” gas hingga menyeberang ke desa tetangga.

​”Sangat sulit sekarang. Saya harus mencari keluar desa sampai ke wilayah Ringinpitu hanya untuk mendapatkan satu tabung gas,” keluh Edy kepada awak media.

Harga Meroket di Luar Kewajaran

​Tak hanya sulit dicari, harga di tingkat pengecer pun kini tidak lagi bersahabat. Edy mengungkapkan bahwa dirinya harus menebus satu tabung gas melon dengan harga Rp22.000. Harga ini terpaut jauh dari harga normal pangkalan yang biasanya berkisar Rp16.000 hingga Rp18.000.

​Kondisi ini tentu saja memangkas margin keuntungan pedagang kecil seperti Edy. Dilema pun muncul, jika harga ayam goreng dinaikkan, ia takut pembeli kabur; namun jika tetap di harga lama, biaya operasional dapur kian membengkak.

Hasil Pantauan Lapangan: Tidak Ada Penimbunan

​Sementara itu Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, menegaskan bahwa sejauh ini distribusi “elpiji melon” di Tulungagung masih terpantau lancar. Petugas tidak menemukan adanya gudang atau pangkalan yang sengaja menahan stok.

​”Hasil pengecekan di lapangan, tim tidak menemukan adanya praktik penimbunan stok LPG 3 Kg bersubsidi. Semua berjalan sesuai prosedur distribusi yang ada,” ujar Iptu Nanang dalam keterangan resminya, Sabtu (28/2/2026).

Temuan Antrean di Kalidawir

​Meski stok dinyatakan aman, petugas mencatat adanya sedikit dinamika di lapangan. Dalam sidak tersebut, terpantau adanya antrean pembeli di Pangkalan LPG 3 Kg KONAR yang berlokasi di Dusun Krandegan, Desa Kalidawir, Kecamatan Kalidawir.

​”Memang terpantau ada sedikit antrean di wilayah Kalidawir, namun hal tersebut masih dalam batas wajar karena tingginya permintaan warga. Kami terus memonitor agar distribusi tetap tepat sasaran,” tambahnya.

Langkah Preventif Hingga Idulfitri

​Polres Tulungagung berkomitmen untuk tidak sekadar melakukan sidak sekali jalan. Pengawasan berkala akan terus dilakukan bersama instansi samping untuk menjaga stabilitas kamtibmas dan memastikan dapur warga tetap “ngebul” selama Ramadan hingga Lebaran.

​Menyikapi keluhan Edy pedagang ayam goreng,  Iptu Nanang memastikan stok aman dan mengimbau masyarakat agar tidak perlu melakukan panic buying atau pembelian berlebih karena pemerintah menjamin pasokan tetap terjaga.

​“Kami pastikan distribusi tetap terkendali. Sinergi ini bertujuan agar kebutuhan pokok masyarakat Tulungagung terpenuhi dengan aman tanpa adanya gangguan penyimpangan distribusi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *