Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Tulungagung Dikepung Puting Beliung: 7 Desa di 4 Kecamatan Luluh Lantak, 72 Rumah Rusak

4
×

Tulungagung Dikepung Puting Beliung: 7 Desa di 4 Kecamatan Luluh Lantak, 72 Rumah Rusak

Sebarkan artikel ini

Beberapa rumah di Tulungagung rusak akibat Puting Beliung / Heru Ajttv.com)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Bencana hidrometeorologi hebat menerjang wilayah Kabupaten Tulungagung pada Selasa (3/3/2026) sore. Hujan deras yang dibarengi amukan angin puting beliung dilaporkan menyapu tujuh desa di empat kecamatan berbeda dalam kurun waktu kurang dari satu jam.

​Dampaknya cukup masif, sebanyak 72 rumah warga mengalami kerusakan, jaringan listrik lumpuh akibat tiang patah, dan satu warga dilaporkan terluka akibat hantaman material atap.

Kronologi Amukan Angin: 14.15 hingga 15.00 WIB

​Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmaji, mengungkapkan bahwa serangan angin kencang ini terjadi secara sporadis di sejumlah titik mulai pukul 14.15 WIB.

​”Terjadi kerusakan pada atap rumah warga serta banyak pohon tumbang di beberapa wilayah Kabupaten Tulungagung akibat hujan disertai angin kencang,” jelas Sudarmaji saat dikonfirmasi di lokasi terdampak.

Pemetaan Wilayah Terdampak: Tanjungsari Jadi yang Terparah

​Berdasarkan data resmi BPBD, berikut adalah rincian sebaran kerusakan di empat kecamatan

​Kecamatan Boyolangu Menjadi wilayah terdampak paling parah. Di Desa Tanjungsari, sebanyak 53 rumah rusak akibat tertimpa pohon dan terjangan angin. Selain rumah, tiang listrik dilaporkan patah hingga memutus aliran listrik. Sementara di Desa Sobontoro, dua rumah rusak, termasuk rumah milik Supri yang kehilangan 20 lembar asbes. Nahas, seorang warga bernama Arjuna harus mengalami luka di bagian kepala setelah tertimpa material terbang.

​Di Desa Pakel Kecamatan Ngantru amukan angin pada pukul 15.00 WIB merontokkan bagian atap (genteng dan asbes) enam rumah warga.

​Kecamatan Sumbergempol Meliputi tiga desa, yakni Sumberdadi, Wonorejo, dan Sambirobyong. Tercatat lima rumah warga rusak akibat pohon tumbang dan angin kencang dan Kecamatan Kedungwaru Di Desa Plosokandang, enam rumah warga mengalami kerusakan serupa pada bagian atap.

​Gerak Cepat Petugas Gabungan

​Merespons bencana besar ini, petugas gabungan dari Forkopimcam, BPBD, dan PLN langsung terjun ke lokasi, terutama di titik-titik yang mengalami kelumpuhan akses akibat pohon tumbang dan kabel listrik yang melintang.

​”Tindakan darurat sudah diambil. Forkopimcam bersama BPBD dan PLN bekerja sama melakukan pembersihan pohon yang menutupi jalan maupun yang menimpa rumah warga,” tambah Sudarmaji.

​Imbauan: Waspada ‘Mitigasi Mandiri’

​Mengingat potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan membayangi Tulungagung dalam beberapa hari ke depan, Sudarmaji menekankan pentingnya kewaspadaan dini masyarakat.

​”Kami mengimbau warga segera melakukan pemangkasan pohon besar di sekitar rumah yang sekiranya rawan tumbang. Tetap waspada saat hujan deras disertai angin, keselamatan jiwa adalah prioritas utama,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *