Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Jabar Efisiensi Besar-Besaran! Gubernur Dedi Mulyadi: WFH Pangkas Biaya Birokrasi Hingga 30 Persen

8
×

Jabar Efisiensi Besar-Besaran! Gubernur Dedi Mulyadi: WFH Pangkas Biaya Birokrasi Hingga 30 Persen

Sebarkan artikel ini

Foto: Gubernur Dedi Mulyadi saat bersama karyawan kebun binatang / tangkapan layar

CIREBON, AJTTV.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jabar bukan sekadar tren, melainkan strategi jitu untuk menekan biaya operasional birokrasi. Kebijakan ini diklaim mampu mengalihkan anggaran “rutin” menjadi anggaran pembangunan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

​Inovasi Sebelum Instruksi Pusat

​Berbicara di Cirebon pada Kamis (2/4/2026), Dedi mengungkapkan bahwa Jawa Barat sebenarnya telah mencuri start. Saat pemerintah pusat mulai menguatkan regulasi WFH, Pemprov Jabar sudah menjalankan pola kerja fleksibel ini sejak enam bulan lalu.

​”WFH di Jabar itu sudah berlangsung lama. Jadi kalau hari ini ada penguatan dari pemerintah pusat, ya kita lebih senang,” ujar Dedi dengan optimis.

​Pangkas Biaya Listrik hingga BBM

​Dedi menjelaskan secara rinci bahwa bekerja dari rumah berdampak langsung pada penurunan “biaya produksi” pemerintah. Dengan berkurangnya aktivitas di kantor, penggunaan fasilitas publik seperti​Listrik dan Air, ​Internet Kantor,​Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mobilitas ASN dan Anggaran Perjalanan Dinas

​Semuanya mengalami penurunan signifikan. Hasilnya, struktur APBD Jabar kini lebih sehat dan berpihak pada rakyat.

​”Jabar belanja pegawainya tinggal 30 persen. Sebanyak 60 persen sudah dialokasikan untuk membangun infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan,” tegasnya.

Gerakan Jalan Kaki dan Pembatasan Kendaraan

​Tak hanya soal internal pemerintahan, Dedi juga mendorong perubahan gaya hidup di masyarakat luas. Ia mengajak para pelajar untuk membiasakan jalan kaki ke sekolah dan membatasi penggunaan kendaraan bermotor pribadi guna menekan konsumsi energi nasional.

​Kebijakan ini memposisikan Jawa Barat sebagai provinsi yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada efisiensi tata kelola dan kesadaran lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *