TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Guna menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mengantisipasi gangguan pada jaringan listrik bertegangan tinggi, Anggota Samapta Backbone Polres Tulungagung menggandeng petugas PLN Gardu Induk Tulungagung untuk menggelar razia layang-layang. Kegiatan ini menyasar sejumlah titik rawan di sepanjang jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) wilayah Kabupaten Tulungagung pada Jumat (10/07/2026) sore.
Untuk memaksimalkan jangkauan, personel Sat Samapta Backbone diterjunkan dengan dibagi menjadi tiga tim khusus.Tim pertama bergerak menyisir jalur SUTT 150 KV Kediri – New Tulungagung, Tim kedua melakukan patroli intensif di jalur SUTT 70 KV Banaran – Tulungagung dan Tim ketiga menyasar area jalur SUTT 70 KV Tulungagung – PLTA – Trenggalek.
BACA JUGA : Kawal Aspirasi Warga Mataraman, DPP Ormas 212 Loro Siji Loro Gelar Silaturahmi Hangat dengan Nurhadi
Edukasi Warga: Benang Tersangkut Bisa Picu Korsleting
Tidak hanya sekadar melakukan penertiban, petugas di lapangan juga memberikan edukasi dan sosialisasi langsung kepada warga serta anak-anak yang kedapatan sedang menerbangkan layang-layang di sekitar jalur SUTT.
Petugas memberikan imbauan keras agar aktivitas bermain layang-layang digeser ke lokasi yang lebih aman. Pasalnya, benang layang-layang yang tersangkut pada kabel bertegangan tinggi sangat rawan memicu korsleting, memutus pasokan listrik ke rumah-rumah warga, hingga mengancam keselamatan jiwa warga itu sendiri.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak membiarkan layang-layang terus terbang hingga malam hari. Kondisi gelap membuat posisi layang-layang sulit dipantau dan memperbesar risiko tersangkut pada instalasi kabel maupun tiang listrik.
Langkah Preventif Demi Keselamatan Bersama
Kasat Samapta Polres Tulungagung, AKP Hendrik Kurniawan, menjelaskan bahwa operasi gabungan ini merupakan langkah preventif penting yang dilakukan bersama PLN. Tujuannya adalah menekan angka gangguan kelistrikan sekaligus menggugah kesadaran masyarakat akan bahaya di sekitar instalasi listrik.
”Razia dan sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak menerbangkan layang-layang di sekitar jalur SUTT. Selain berpotensi menyebabkan gangguan pasokan listrik, hal tersebut juga dapat membahayakan keselamatan. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk mengawasi anak-anak agar bermain di lokasi yang aman dan jauh dari jaringan listrik,” ujar AKP Hendrik Kurniawan.
Melalui gerakan preventif yang humanis ini, Polres Tulungagung berharap kepedulian masyarakat dapat semakin meningkat. Dengan demikian, risiko mati lampu akibat layang-layang bisa ditekan seminimal mungkin, dan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Tulungagung tetap terjaga dengan aman dan kondusif.






