Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Kecelakaan Maut di Ngantru Tulungagung: Satu Korban Meninggal, Dua Lansia Luka-Luka

7
×

Kecelakaan Maut di Ngantru Tulungagung: Satu Korban Meninggal, Dua Lansia Luka-Luka

Sebarkan artikel ini

Petugas kepolisian dan tim medis dilokasi kecelakaan ( anang yulianto ajttv.com)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Ngantru, Tulungagung pada Sabtu (4/4/2026) malam menyisakan duka mendalam. Indra Bagus Prasetyo, warga Desa Rejoagung yang dikenal sebagai pemuda berbakti, dinyatakan meninggal dunia di RSUD dr. Iskak setelah terlibat kecelakaan sepulang bekerja.

Kronologi Kejadian

​Peristiwa bermula ketika Indra, tengah melaju di jalan raya. Di saat yang bersamaan, dua orang pejalan kaki, Yuli (66) dan Sudarto (75), diduga hendak menyeberang jalan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua warga Desa Bendosari, Ngantru tersebut diketahui baru saja pulang dari masjid setelah menunaikan ibadah.

​Karena kemunculan penyeberang yang mendadak, korban tidak mampu menghindar sehingga tabrakan tak terelakkan. Akibat benturan keras tersebut, Indra terjatuh dari motornya dan mengalami luka serius. Sementara itu, Yuli mengalami luka robek di bagian kepala dan Sudarto mengalami luka lecet pada tangan.

Perawatan Intensif dan Kabar Duka

​Ketiga korban segera dilarikan ke RSUD dr. Iskak oleh petugas kepolisian dan tim medis. Indra, yang kondisinya paling kritis, langsung dimasukkan ke Red Zone sebelum sempat dipindahkan ke ruang HCU (High Care Unit).

​”Kondisi Indra cukup parah karena keluar darah dari hidung dan mulut. Sempat ada tanda-tanda membaik, tapi kemudian ia mengalami sesak napas,” ujar Riski, rekan korban.

Tepat pada Minggu dini hari pukul 03.00 WIB, nyawa Indra tidak tertolong. Pemuda tersebut mengembuskan napas terakhirnya di tengah upaya medis yang maksimal.

Dedikasi untuk Keluarga

​Kepergian Indra menjadi pukulan berat bagi keluarga di Rejoagung. Selama ini, Indra dikenal sebagai pekerja keras. Ia baru saja mendapat pekerjaan di perusahaan gas Ngantru. Dedikasi tersebut ia tunjukkan demi membantu ayahnya yang sedang sakit.

​”Dia anak yang sangat baik dan taat. Dia bekerja keras di perusahaan gas itu semata-mata untuk meringankan beban orang tua yang sedang sakit,” pungkas Riski.

​Hingga berita ini diturunkan, kedua korban pejalan kaki masih dalam pemantauan medis di rumah sakit yang sama, sementara kasus kecelakaan ini tengah ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *