dr. Mundir Arif Resmi Nakhodai IDI Tulungagung Periode 2025–2028 (anang ajttv.com)
TULUNGAGUNG, AJT TV.COM – Organisasi profesi dokter di Tulungagung kini memasuki babak baru. dr. H. Moch. Mundir Arif, Sp.THT-KL, resmi dilantik sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tulungagung untuk periode 2025–2028.
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Hotel Crown Victoria, Sabtu (18/4/2026), menjadi tonggak dimulainya kepengurusan baru menggantikan dr. Yogi yang menjabat pada periode 2022–2025.
Fokus pada Perlindungan dan Profesionalisme
Tidak sekadar seremoni, pelantikan ini juga diisi dengan seminar hukum kesehatan. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya tantangan etika dan regulasi yang dihadapi tenaga medis saat ini.
dr. Mundir Arif menekankan bahwa akar masalah hukum yang menimpa dokter sering kali bersumber dari komunikasi yang belum optimal dengan pasien.
”Banyak persoalan muncul bukan karena malpraktik, melainkan komunikasi yang kurang lengkap. Risiko tindakan atau komplikasi itu sebenarnya bisa diprediksi, namun jika penyampaiannya tidak maksimal, maka akan memicu kesalahpahaman. Ini yang menjadi fokus perbaikan kita ke depan,” tegas dr. Mundir saat memberikan sambutan.
Konsep “Ayo Mengembara”
Memimpin sekitar 469 dokter di Tulungagung, dr. Mundir memperkenalkan visi strategis bertajuk “Ayo Mengembara”. Sebuah akronim yang mencerminkan semangat baru bagi organisasi Yaitu Mengayomi artinya Memberikan perlindungan hukum dan advokasi bagi seluruh anggota, Mendorong potensi anggota, baik di bidang medis, pendidikan, maupun pengembangan sektor non-medis seperti bisnis dan kreativitas serta Memastikan setiap anggota bekerja dalam koridor yang legal, tertib administrasi (STR dan SIP), serta sejahtera secara profesi.
Sinergi dengan Pemerintah
Di bawah kepemimpinannya, IDI Tulungagung berkomitmen untuk mempererat sinergi dengan pemerintah daerah. dr. Mundir berharap IDI dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
”Kami ingin IDI tidak hanya eksklusif bagi dokter, tetapi benar-benar hadir untuk masyarakat luas. Harapannya, pelayanan kesehatan di Tulungagung semakin optimal, profesional, dan humanis,” pungkasnya.












