SMKN 3 Boyolangu Gandeng Kementerian PUPR Sertifikasi Siswa DPIB dan TKP ( Anang Yulianto ajttv.com)
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – SMKN 3 Boyolangu terus memperkuat posisinya sebagai sekolah kejuruan rujukan di Jawa Timur. Sekolah ini mencatatkan prestasi membanggakan sebagai satu-satunya SMKN di Kabupaten Tulungagung yang memiliki lisensi untuk menyelenggarakan uji kompetensi bekerja sama langsung dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Langkah strategis ini menyasar siswa di dua jurusan unggulan, yaitu Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) serta Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP). Hal ini dilakukan guna memastikan lulusan memiliki standar keahlian yang diakui secara nasional di sektor infrastruktur.
Peluang Kerja Terbuka Lebar
Kepala SMKN 3 Boyolangu, Syaiful Huda, menjelaskan bahwa kerja sama dengan kementerian ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para lulusan. Menurutnya, sertifikat yang dikeluarkan oleh institusi negara sekelas Kementerian PUPR memiliki bobot yang sangat tinggi di mata perusahaan konstruksi.
”Kami ingin lulusan SMKN 3 Boyolangu memiliki daya saing yang tak tertandingi. Dengan mengantongi sertifikat dari Kementerian PUPR, kompetensi mereka tidak lagi diragukan karena sudah diakui secara resmi oleh negara,” ujar Syaiful Huda kepada media,Selasa (5/5/2026).
Standar Industri Nasional
Uji kompetensi ini melibatkan asesor profesional yang menilai ketangkasan siswa dalam berbagai aspek. Di jurusan DPIB, fokus utama terletak pada kemampuan desain bangunan berbasis digital. Sementara itu, di jurusan TKP, siswa dituntut menguasai teknik struktur dan pelaksanaan konstruksi di lapangan sesuai standar teknis pekerjaan umum.
Syaiful Huda menambahkan bahwa seluruh fasilitas bengkel dan laboratorium di SMKN 3 Boyolangu telah disesuaikan sedemikian rupa agar mampu memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh tim verifikasi kementerian.
Dampak Nyata: Dari Dunia Kerja Hingga Golden Ticket PTN
Keunggulan sebagai satu-satunya sekolah penyelenggara uji kompetensi PUPR di Tulungagung ini tidak hanya menjadi kebanggaan administratif, tetapi berdampak nyata pada serapan lulusan. Keahlian yang terstandarisasi ini memungkinkan alumni SMKN 3 Boyolangu lebih mudah diterima bekerja di Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).
Selain itu, para lulusan juga dibekali mental untuk berdikari secara mandiri. Dengan kompetensi yang matang, mereka diharapkan mampu mengimplementasikan ilmunya langsung di masyarakat, baik sebagai penyedia jasa desain maupun pelaksana konstruksi skala mandiri.
”Tantangan di dunia kerja saat ini adalah sertifikasi. Perusahaan besar kini tidak hanya melihat ijazah, tapi juga sertifikat keahlian dari lembaga kredibel. Bahkan, dengan bekal prestasi ini, siswa kami mampu menembus Golden Ticket di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sesuai dengan pilihan mereka melalui jalur prestasi,” pungkas Syaiful Huda.
Melalui kepemimpinan Syaiful Huda, SMKN 3 Boyolangu berkomitmen untuk terus mencetak tenaga kerja terampil yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap bersaing di level akademis maupun kewirausahaan, demi mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan.












