Geger Berita pocong / Ist
BLITAR, AJTTV.COM – Jagat media sosial, khususnya platform TikTok, digegerkan oleh beredarnya video viral yang menampilkan sosok diduga pocong bawa sajam di Blitar, tepatnya di Kecamatan Ponggok. Isu ini langsung memicu keresahan dan spekulasi liar di tengah masyarakat.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah warga melakukan penggerebekan terhadap sosok yang disebut sebagai pocong jadi-jadian. Narasi yang berkembang menyebutkan bahwa makhluk tersebut berkeliaran di permukiman warga Desa Dadaplangu sambil membawa senjata tajam.
Merespons keresahan publik, Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo angkat bicara. Perwira menengah Polri tersebut menegaskan bahwa kabar mengenai adanya pocong bawa sajam di Blitar adalah berita bohong atau hoaks.
Baca Juga : jembatan-kaliombo-i-kediri-ditutup-total-mulai-hari-ini-jalur-lintas-kediri-tulungagung-diali
“Terkait isu adanya penampakan pocong di Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, yang dikabarkan membawa senjata tajam, kami tegaskan berita itu sepenuhnya adalah hoaks atau tidak benar,” ujar AKBP Kalfaris, Jumat (29/5/2026).
AKBP Kalfaris menjelaskan, jajaran kepolisian telah bergerak cepat dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang dimaksud dalam video viral tersebut. Petugas di lapangan juga sudah menggali keterangan dari para tokoh masyarakat setempat untuk memastikan fakta yang sebenarnya.
Hasil penelusuran secara menyeluruh menunjukkan tidak ada laporan resmi maupun bukti konkret yang mendukung kebenaran video atau rumor yang beredar luas di media sosial tersebut.
“Anggota kami sudah melakukan pengecekan di lapangan. Sampai saat ini tidak ada laporan resmi ataupun fakta yang membuktikan adanya kejadian seperti yang beredar di media sosial,” jelas Kapolres Blitar Kota.
Baca Juga : geger-penemuan-bayi-perempuan-berbungkus-sarung-bantal-di-sawah-tugurejo-kediri-tali-pusar-masih-menempel
Menyikapi fenomena ini, Kapolres mengimbau warga Blitar Raya agar lebih bijak dan kritis dalam menyaring informasi dari media sosial, terutama konten yang belum jelas sumber kebenarannya.
Penyebaran informasi palsu terkait isu pocong bawa sajam di Blitar ini dinilai dapat memicu kepanikan massal yang tidak perlu.
“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, karena itu justru dapat menimbulkan keresahan yang tidak perlu di lingkungan kita,” tambahnya.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan di lingkungan masing-masing kepada aparat penegak hukum terdekat agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.











