Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Puluhan Warga di Tulungagung Diduga Keracunan Menu MBG, Operasional SPPG Pakisrejo Diberhentikan Sementara

52
×

Puluhan Warga di Tulungagung Diduga Keracunan Menu MBG, Operasional SPPG Pakisrejo Diberhentikan Sementara

Sebarkan artikel ini
Foto : Ilustrasi

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Dugaan kasus keracunan akibat menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Tulungagung. Puluhan warga serta siswa di Desa Pakisrejo dan Desa Banjarejo, Kecamatan Rejotangan, dilaporkan mengalami gangguan pencernaan usai mengonsumsi santapan program tersebut.

​Ketua Tim Pengawas Keamanan Pangan Program MBG Kecamatan Rejotangan, Eko Sumaryono, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut bermula saat penyaluran menu MBG oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo pada Senin (27/7/2026). Menu yang dibagikan kepada peserta posyandu B3 (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui) serta siswa sekolah tersebut terdiri dari nasi putih, daging masak kecap, buncis, tempe, jeruk, dan kerupuk.

​Namun, memasuki Senin malam hingga Selasa siang, sejumlah penerima manfaat mulai mengeluhkan gejala mual, muntah, hingga diare.

​”Jadi, setelah menyantap menu tersebut, ada jeda waktu sebelum penerima manfaat mengalami keluhan pencernaan. Keluhan dialami mulai Senin malam hingga Selasa siang,” ujar Eko Sumaryono, Jumat (31/7/2026).

BACA JUGA : Dua Pembunuh Manusia Silver di Probolinggo Ditangkap di Kediri, Satu Pelaku Masih Buron

​Sayangnya, penanganan kasus ini dinilai lambat akibat minimnya keterbukaan dari pihak pengelola. Eko menyayangkan sikap pihak SPPG Pakisrejo yang tidak segera melaporkan kejadian luar biasa tersebut kepada Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Pangan. Satgas justru baru menerima kabar setelah mendapatkan laporan langsung dari perangkat Desa Pakisrejo.

​”Sebagai satuan tugas pengawasan pangan, kami menilai kasus ini terkesan ditutup-tutupi. Seharusnya kasus semacam ini dapat segera dilaporkan agar segera mendapat penanganan,” tegasnya.

​Berdasarkan data terkumpul, total korban diduga keracunan mencapai 66 orang. Rinciannya terdiri dari 47 penerima manfaat dari kelompok posyandu dan 19 penerima manfaat dari unsur siswa sekolah. Beberapa di antaranya bahkan harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas setempat.

BACA JUGA : Diduga Tersengat Listrik saat Mengerjakan Tembok, Pekerja Bangunan di Kota Blitar Meninggal Dunia

​Merespons kejadian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional di SPPG Pakisrejo.
​”Operasional SPPG Pakisrejo ditutup sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Penutupan menjadi kewenangan BGN,” pungkas Eko.