Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Angka Perceraian di Tulungagung Tembus 1.461 Kasus, Kecamatan Pucanglaban Gelar Sosialisasi Family Parenting

41
×

Angka Perceraian di Tulungagung Tembus 1.461 Kasus, Kecamatan Pucanglaban Gelar Sosialisasi Family Parenting

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM — Pemerintah Kecamatan Pucanglaban menggandeng Lembaga 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera menggelar sosialisasi Family Parenting pada Kamis (27/8/2026). Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya angka perceraian di Kabupaten Tulungagung yang menembus 1.461 kasus pada tahun 2026.

Kegiatan dihadiri oleh Camat Pucanglaban Setiono, bersama Ketua TP PKK Kecamatan, serta sekitar 50 perwakilan kader PKK dari berbagai desa di wilayah setempat.

BACA JUGA : Ribuan Massa Kepung Gedung DPR RI Pagi Ini, Tuntut Hukum Mati Koruptor

Ketua Umum Lembaga 212 Loro Siji Loro, Rahmat Putra Perdana (Mas Dana), hadir langsung sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Mas Dana menekankan bahwa ketahanan keluarga merupakan benteng utama dalam mencegah ketimpangan sosial dan membentuk karakter anak. Pendidikan karakter tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada sekolah karena semuanya bermula dari rumah. Dari keluarga yang kuat dan harmonis, akan lahir anak-anak yang berakhlak sekaligus berintelektual.

Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi efektif antara suami istri, manajemen emosi dalam menyelesaikan konflik rumah tangga, keteladanan orang tua sebagai sekolah pertama anak, serta sinergi antara pemerintah, kader PKK, dan ormas untuk pendampingan keluarga secara berkelanjutan.

Camat Pucanglaban, Setiono, mengapresiasi inisiatif dan materi yang disampaikan. Pihaknya berharap edukasi pola asuh ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi program rutin di tingkat desa.

Senada dengan hal tersebut, Mas Dana menegaskan kesiapan lembaganya untuk terus bermitra dengan pemerintah daerah. Sinergi ini diharapkan mampu membekali para ibu dan kader PKK di Pucanglaban dalam menjaga keharmonisan rumah tangga demi menekan angka perceraian di Tulungagung.