Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Singgung PSHT di TikTok, Remaja Trenggalek Minta Maaf dan Kasus Berakhir Damai

28
×

Singgung PSHT di TikTok, Remaja Trenggalek Minta Maaf dan Kasus Berakhir Damai

Sebarkan artikel ini

TRENGGALEK, AJTTV.COM — Kasus unggahan konten video di platform TikTok yang sempat menyinggung Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kabupaten Trenggalek resmi berakhir damai. Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek menghentikan persoalan tersebut melalui mekanisme restorative justice.

​Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Didik Riyanto, menjelaskan bahwa unggahan yang sempat memicu keresahan tersebut dibuat oleh seorang pemuda asal Trenggalek pada Selasa sore (1/9/2026). Menanggapi potensi gangguan ketertiban, Satreskrim langsung bergerak cepat mengidentifikasi pelaku dan menginisiasi mediasi.

​”Atas niat baik demi menjaga kondusivitas wilayah Trenggalek, kami memfasilitasi kedua belah pihak untuk duduk bersama. Permasalahan ini diselesaikan berdasarkan pendekatan restorative justice dan saat ini sudah clear,” ujar Didik.

Baca Juga : DPRD Trenggalek Sahkan Dua Raperda Penting dan Bahas Skema Dana Cadangan Pilkada 2029

​Dalam proses mediasi yang dihadiri pengurus PSHT Trenggalek dan pemuda pengunggah konten, disepakati beberapa poin penyelesaian. Pengunggah secara tulus menyampaikan permohonan maaf, membuat surat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya, serta mengunggah video klarifikasi permohonan maaf di media sosial.

​Menanggapi penyelesaian tersebut, AKP Didik mengimbau seluruh anggota PSHT dan masyarakat umum agar tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang beredar.

​”Kami mohon dengan sangat agar rekan-rekan PSHT tidak terpancing apalagi melakukan pergerakan massa ke Trenggalek. Permasalahan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh para pengurus demi kebaikan bersama,” tegasnya.

Baca Juga : Presiden Prabowo dan Presiden Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

​Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Polres Trenggalek berencana menggelar sosialisasi dan edukasi literasi digital secara berkala ke seluruh organisasi perguruan pencak silat di wilayah hukum Trenggalek untuk mencegah potensi gesekan akibat aktivitas di media sosial.