TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Miskin Ekstrem dari APBD Kabupaten Tulungagung dipastikan tepat sasaran berkat pemutakhiran data verifikasi dan validasi (verval) yang dilakukan secara berkelanjutan.
Meskipun pagu anggaran dialokasikan untuk 1.040 penerima, realisasi penyaluran setiap triwulan rata-rata terealisasi sekitar 780-an KPM. Penurunan angka dari pagu tersebut menjadi indikator adanya mobilitas ekonomi penerima manfaat ke arah yang lebih baik.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Tulungagung, Fahmi Alif Aldianto, menjelaskan bahwa kriteria utama penerima BLT ini merujuk pada data Desil 1, yakni kelompok 10 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling bawah yang beririsan langsung dengan kemiskinan ekstrem dan keterbatasan akses kebutuhan dasar.
”Dari hasil verval terbaru, banyak warga penerima sebelumnya yang tingkat ekonominya membaik. Tingkat kesejahteraan mereka naik dari Desil 1 ke Desil 6 hingga 10, bahkan ada yang sudah bekerja menjadi TKI. Otomatis mereka keluar dari kriteria penerima,” jelas Fahmi.
Sesuai ketentuan, kuota penerima yang tergraduasi tidak bisa dialihkan ke warga lain karena data awal telah disahkan melalui SK Bupati. Penyaluran dana tunai sebesar Rp600 ribu per tiga bulan ini disalurkan melalui perwakilan Bank BPR di 19 kecamatan, dengan puncaknya pada penyaluran tahap ketiga bulan Desember 2026 mendatang.






