TULUNGAGUNG, AJTTV.COM— Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama jajaran TNI-Polri dan berbagai instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada musim hujan 2026/2027. Langkah antisipatif ini ditandai dengan digelarnya Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di halaman Mapolres Tulungagung, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan strategis tersebut dipimpin oleh Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, didampingi Wakapolres Tulungagung Kompol Siswanto serta Kasdim 0807 Tulungagung Mayor Arh Untung Wiyono. Apel ini melibatkan sedikitnya 855 personel gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan kebencanaan, dan berbagai instansi pendukung lainnya.
Dalam amanatnya, Plt. Bupati menekankan pentingnya kewaspadaan dini terhadap eskalasi cuaca ekstrem. Peningkatan potensi curah hujan tinggi, angin kencang, banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan menuntut kesiapan matang, baik dari segi personel, peralatan, maupun koordinasi lintas sektor.
Berdasarkan data yang tercatat hingga 4 November 2026, Kabupaten Tulungagung telah mengalami 63 kejadian bencana sepanjang tahun. Peristiwa tersebut didominasi oleh 24 kebakaran hutan dan lahan, 17 kejadian angin kencang, 15 pohon tumbang, serta lima kejadian tanah longsor. Selain itu, tercatat pula masing-masing satu kejadian banjir dan rumah roboh.
Meskipun seluruh insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, dampak yang ditimbulkan tetap berpotensi merugikan masyarakat secara material. Karena itu, Plt. Bupati menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh unsur agar tidak meremehkan potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, serta memastikan seluruh sarana maupun prosedur koordinasi berfungsi optimal.
Sementara itu, Kapolres Tulungagung AKBP Wiwin Junianto Supriyadi menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan kekuatan penuh untuk mendukung upaya penanggulangan bencana di wilayah Tulungagung. Ia menjelaskan bahwa fokus kesiapsiagaan tidak hanya tertuju pada penanganan saat darurat, tetapi juga mencakup langkah pencegahan melalui edukasi dan imbauan rutin kepada masyarakat.
Usai pelaksanaan apel, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kelayakan kendaraan operasional dan peralatan kebencanaan. Acara dilanjutkan dengan simulasi penanganan tiga skenario darurat utama, yakni bencana banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor.
Simulasi tersebut bertujuan menguji kecepatan respons personel sekaligus menyelaraskan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi situasi darurat di lapangan. Melalui konsolidasi ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin siap menghadapi dinamika musim hujan 2026/2027, sembari mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kejadian darurat kepada petugas terdekat









