TULUNGAGUNG, AJTTV.COM — Nasib nahas menimpa seorang pemuda berinisial NA (19), warga Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung. Karyawan penjaga outlet es kopi tersebut ditemukan meninggal dunia akibat dugaan kuat tersengat aliran listrik saat sedang melayani pesanan pembeli di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Sabtu malam (07/11/2026).
Insiden tragis yang merenggut nyawa pemuda belia ini dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang. Menurut keterangan pihak kepolisian, peristiwa maut tersebut bermula ketika korban tengah beraktivitas di dalam outlet sekitar pukul 21.30 WIB.
”Sebelum kejadian, ada seorang pembeli yang memesan minuman es kopi kepada korban,” ungkap Iptu Nanang saat memberikan keterangan, Minggu (08/11/2026).
Petaka terjadi seusai korban meracik pesanan minuman tersebut. Sembari menuntaskan pekerjaannya, korban menggunakan mesin cup sealer (mesin pres gelas plastik) untuk menyegel kemasan minuman. Tanpa diduga, di tengah proses penyegelan itu, tubuh korban mendadak lemas dan terjatuh tersungkur ke lantai outlet.
”Diduga kuat saat menggunakan mesin cup sealer tersebut, korban tersengat aliran listrik hingga menyebabkannya terjatuh ke lantai,” terangnya lebih lanjut.
Warga sekitar dan saksi mata yang melihat kejadian tersebut sontak panik. Mereka dengan cepat berinisiatif menghubungi ambulans dari RSUD dr. Iskak Tulungagung guna memberikan pertolongan darurat kepada korban.
Kendati demikian, takdir berkata lain. Sesampainya di rumah sakit dan mendapatkan penanganan medis intensif, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan telah meninggal dunia.
Jajaran Polsek Kedungwaru yang menerima laporan warga sekitar pukul 22.15 WIB langsung bergerak cepat mendatangi RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk melakukan olah TKP awal serta pemeriksaan fisik luar pada tubuh korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan kepolisian, dipastikan korban meninggal dunia akibat insiden kecelakaan kerja tersebut. Sementara itu, pihak keluarga korban telah berbesar hati menerima musibah ini dengan ikhlas dan menganggapnya sebagai takdir.









