Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Ruang Perawatan Rumah Sakit Penuh , Gor Lembu Peteng Rencana Jadi Rumah Sakit Darurat

106
×

Ruang Perawatan Rumah Sakit Penuh , Gor Lembu Peteng Rencana Jadi Rumah Sakit Darurat

Sebarkan artikel ini

Tulungagung -Jumlah Pasien Terkonfirmasi Positif Covid -19 di Kabupaten Tulungagung semakin menggila. Hampir setiap hari terjadi peningkatan pasien baru yang menyebar di beberapa kecamatan.

Seperti halnya Jumat 18 Desember 2020 , tercatat penambahan 30 orang kasus baru . Dengan penambahan kasus tersebut maka rincian jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Tulungagung sebanyak 929 orang dengan rincian sembuh 705 orang, meninggal 16 orang, dirawat 71 orang, karantina 15 orang dan isolasi 122 orang.

Karena terjadi lonjakan pasien Covid-19 di Tulungagung, hingga ruang perawatan yang ada di rumah sakit dr Iskak tidak mencukupi. Bahkan Rusunawa IAIN tempat untuk karantina sudah penuh begitu pula 11 Puskesmas penyangga tidak mampu menampung pasien.

Melihat kenyataan ini Pemkab Tulungagung sedang menjajaki untuk menjadikan GOR Lembupeteng menjadi rumah sakit darurat atau rumah sakit lapangan.

“RSUD dr Iskak sudah tidak menampung, Rusunawa IAIN penuh, 11 Puskesmas penyangga juga penuh,” ungkap Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, Sabtu (19/12/20200).

Penuhnya ruang perawatan khusus Covid-19, dikarenakan temuan kasus baru lebih tinggi dibanding angka kesembuhan.

Salah satu usulan adalah GOR Lembupeteng dijadikan rumah sakit lapangan yang diperkirakan mampu menampung 100-200 pasien.

Ditanya kenapa Gor lembu Peteng , Maryoto Bhirowo mengatakan salah satu kebutuhan rumah sakit darurat ini adalah mempunyai peneduh, karena saat ini berlangsung musim penghujan.

“Kita sedang koordinasikan dengan forkopimda mungkin ada pandangan tempat lain , yang penting aman ya ,” terang Maryoto.

GOR ini akan difungsikan seperti puskesmas penyangga, hanya menampung pasien dengan gejala ringan.

Sedangkan RSUD dr Iskak, hanya dipakai untuk perawatan pasien dengan gejala berat.

“Ini adalah kondisi puncak di Tulungagung. Mudah-mudahan jumlah pasien segera turun,” harap Maryoto.

Reporter : Didin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *