KABAR DAERAH

Bermain Saat Debit Air Naik, Bocah 10 Tahun Tewas Terseret Pusaran Air DAM Tanen Tulungagung

×

Bermain Saat Debit Air Naik, Bocah 10 Tahun Tewas Terseret Pusaran Air DAM Tanen Tulungagung

Sebarkan artikel ini
PEMERIKSAAN KORBAN TENGGELAM. Tim Inafis Polres Tulungagung bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Rejotangan melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah bocah 10 tahun yang tewas terseret arus di DAM Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). Dari hasil pemeriksaan, dipastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. FOTO/Dok. Polres Tulungagung

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM— Tragedi kembali melanda kawasan DAM Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun ditemukan tewas tenggelam setelah terseret derasnya arus pusaran air saat bermain bersama rekan-rekannya pada Minggu (1/11/2026).

​Insiden tragis ini menambah daftar panjang kasus tenggelam yang kerap menelan korban di lokasi penampungan air tersebut.

​Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut bermula ketika korban dan beberapa temannya bersepeda menuju DAM Tanen yang berjarak sekitar empat kilometer dari kediaman mereka pada Minggu pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

​”Dari keterangan saksi, setiap libur sekolah korban memang sering bermain ke DAM Tanen bersama teman-temannya,” ujar Iptu Nanang saat memberikan keterangan, Senin (2/11/2026).

Baca Juga:  Tempat Wisata Di Tulungagung Resmi Ditutup Sementara

​Terseret Pusaran dan Arus Deras

​Petaka datang sekira pukul 12.00 WIB. Salah satu rekan korban mendadak melihat korban panik dan berteriak meminta bantuan karena mulai terbawa arus pusaran air yang kuat.

​Melihat kondisi tersebut, rekan-rekannya sempat mencoba memberikan pertolongan. Namun, derasnya arus sungai membuat upaya tersebut sia-sia hingga akhirnya mereka berteriak histeris meminta bantuan warga di sekitar lokasi.

​”Tapi karena arus yang deras pertolongan teman-teman korban gagal. Hingga salah satu anak berteriak minta tolong kepada warga sekitar,” jelas Nanang.

​Mendengar teriakan anak-anak tersebut, warga setempat berbondong-bondong menuju sungai dan langsung melakukan pencarian secara manual. Beberapa warga nekat menyelam ke dalam air hingga akhirnya menemukan tubuh korban yang sudah tak bernyawa.

Baca Juga:  Stunting dan Kemiskinan Ekstrim Nol Persen , Ini Pesan Pj Bupati Tulungagung

​Debit Air Naik dan Lokasi Rawan Bencana

​Iptu Nanang membeberkan bahwa saat musibah terjadi, debit air di DAM Tanen sedang meningkat signifikan imbas curah hujan lebat yang menyelimuti kawasan sekitar. Sungai tersebut diketahui memiliki lebar sekitar 15 meter dengan kedalaman mencapai 1,8 meter.

​Ia juga menegaskan bahwa area tersebut memang tergolong sangat berbahaya bagi masyarakat, terutama anak-anak.

​”Tempat kejadian perkara (TKP) memiliki bagian cukup dalam dan sebelumnya peristiwa orang tenggelam juga pernah beberapa kali terjadi,” paparnya.

​Hasil pemeriksaan medis dari Tim Inafis Polres Tulungagung bersama pihak Puskesmas Rejotangan mengonfirmasi tidak ada indikasi tindak kekerasan pada tubuh korban. Kematian korban murni disebabkan oleh gagal napas akibat tenggelam.

Baca Juga:  Kebakaran Hebat Terjadi Di Toko Spare part Surya Kencana Tulungagung

​Pihak keluarga korban telah menyatakan menerima insiden ini murni sebagai musibah.