TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung terus bergerak cepat memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan daerah. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penggelaran Diskusi Publik Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 di Barn Meeting & Convention (Liiur), Kecamatan Kedungwaru, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan BPBD Kabupaten Tulungagung guna memenuhi amanah Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 101 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Sub-Urusan Bencana Daerah.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono, hadir membuka secara resmi Forum Group Discussion (FGD) 2 tersebut. BPBD menegaskan pentingnya membangun sinergi pentahelix agar penanggulangan bencana di Tulungagung berjalan terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Kabid PK BPBD Tulungagung, Wulan Krisna Pratiwi, S.T., menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah krusial untuk menyepakati arah kebijakan serta substansi dokumen RPB yang akan menjadi peta jalan (roadmap) penanggulangan bencana daerah ke depan.
Dalam forum strategis yang diinisiasi BPBD ini, sejumlah pemangku kepentingan turut dilibatkan secara aktif, mulai dari Kodim 0807, Polres Tulungagung, Bappeda, BMKG Dhoho Kediri, Basarnas Pos Trenggalek, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jatim & Tulungagung, PMI, ORARI, RAPI, PLN, PDAM, hingga lembaga kemanusiaan seperti Laznas LMI.
Sekretaris Jenderal FPRB Jawa Timur, Catur Sudharmanto, mengapresiasi langkah BPBD Tulungagung. Ia menjelaskan bahwa materi pembahasan difokuskan pada identifikasi isu strategis, penetapan sasaran, penyusunan strategi program, hingga kerangka pemantauan dan evaluasi agar peran tiap lembaga terbagi secara jelas.
Sementara itu, perwakilan Humanitarian Program Laznas LMI, Susanto, menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program-program BPBD Tulungagung. Menurutnya, inisiatif BPBD merangkul lembaga kemanusiaan merupakan langkah tepat dalam mewujudkan masyarakat Tulungagung yang lebih tangguh, siap, dan sigap menghadapi potensi bencana.






