Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
KABAR DAERAH

Bersih – Bersih Pantai Klatak Tulungagung , Relawan Lakukan Brand Audit

645
×

Bersih – Bersih Pantai Klatak Tulungagung , Relawan Lakukan Brand Audit

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Milad ke 4 FUGANA dan Komunitas Kijang, Lembaga Manajemen Infaq (LMI) bersama 40 relawan mitra Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Tulungagung melakukan aksi bersih-bersih di pantai klatak,  Kabupaten Tulungagung. Minggu (16/07/2023), pagi.

Dengan Kegiatan ini diharapkan membawa dampak positif yakni kepedulian terhadap lingkungan.

Example 300x600

“Kegiatan ini dapat menjadi tradisi dan gaya hidup masyarakat.” Harap Harun dari komunitas Persota Tulungagung.

Ditempat yang sama, Azis Manager Program Advokasi dan Litigasi Ecoton menyampaikan dari kegiatan ini para relawan berhasil mengumpulkan berbagai sampah.

Menurutnya Sampah yang terkumpul didominasi sampah yang berasal dari kemasan plastik sekali pakai seperti: sachet, sedotan, Styrofoam, botol plastik dan kemasan mie instan.

Sampah yang ada di pantai klatak adalah sampah kiriman dari pantai selatan Tulungagung sehingga kondisi sampah lebih banyak lagi saat musim hujan.

“Hasil dari brand audit ini sebagai bahan untuk tindak lanjut advokasi ke beberapa produsen yang telah mencemari Pantai ini,” ujarnya.

Dari Hasil brand audit Sampah dijelaskan Aziz, dirinya sudah mengantongi data dari 5 Besar Produsen teratas yang paling banyak ditemukan kemasan prodaknya.

Sehingga Kelima produsen tersebut menurutnya , mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola kemasan atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat terurai oleh proses alam.

“Hal ini seperti yang diamanatkan dalam pasal 15 UU 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.” Imbuhnya.

Sementara itu Susanto Supervisor DPB Laznas LMI Menjelaskan Program Ganala dengan materi Medical Fast Respon (MFR) juga di bekali untuk para relawan yang mengikuti giat tersebut .

Dalam kegiatan tersebut , relawan dari Despasito membawa 50 bibit pohon tabebuya.

Secara umum Tabebuya hidup di lingkungan tropis dan mampu tumbuh di lahan dengan iklim kering, sehingga tanaman ini memiliki ketahanan hidup yang tinggi dalam cuaca kering.

Tanaman Tabebuya yang mekar memiliki bunga yang cantik, sehingga banyak orang menyebutnya mirip bunga Sakura. Akar Tabebuya tidak merusak bangunan .

“Meski tanaman ini termasuk tanaman besar dan berbatang keras, ternyata dia ramah bangunan. Sebab, akarnya tidak merusak bangunan rumah atau gedung yang ada di dekatnya.”pungkas Susanto yang dibenarkan Rudi dari Despasito.

Penulis : Harmaji

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *