Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Lahan Sepah Tebu di Rejotangan Kabupaten Tulungagung Terbakar, Kerugian Capai Rp 30 Juta

63
×

Lahan Sepah Tebu di Rejotangan Kabupaten Tulungagung Terbakar, Kerugian Capai Rp 30 Juta

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM — Kebakaran melanda tumpukan sepah tebu milik warga di Dusun Tawang, Desa Tugu, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, pada Rabu (29/7/2026) malam. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 30 juta.

​Peristiwa amuk si jago merah ini pertama kali diketahui sekitar pukul 20.15 WIB. Api mendadak terlihat sudah membesar dari sisi kiri tumpukan sepah tebu milik Ramlan (RT 01 / RW 01).

​Kasi Operasional dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tulungagung, Bambang Pidekso, menyampaikan bahwa laporan kejadian masuk ke Mako Damkar pada pukul 20.43 WIB. Menindaklanjuti laporan warga, petugas langsung bergerak menuju tempat kejadian kebakaran (TKK).

BACA JUGA : Jaga Kebugaran dan Cegah Cedera, Anggota Makodim Tulungagung Gelar Aerobik Lari Santai di Alun-alun

​”Tim berangkat pukul 20.48 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 20.58 WIB. Karena material sepah tebu sangat mudah terbakar, kami merespons cepat agar api tidak makin meluas,” ujar Bambang Pidekso saat dikonfirmasi.

​Untuk memadamkan kobaran api, DPKP Tulungagung mengerahkan kekuatan penuh di lapangan. Sebanyak 3 unit armada pemadam kebakaran, 1 unit truk supply air, serta 1 unit tim Rescue diterjunkan ke lokasi.

​Proses pemadaman dan pendinginan memakan waktu cukup lama mengingat tebalnya tumpukan sepah tebu. Api baru berhasil dipadamkan secara total pada Kamis (30/7/2026) dini hari pukul 00.20 WIB.

BACA JUGA : KPK Tahan Anggota DPRD Jatim Moch. Mahrus Terkait Kasus Korupsi Dana Hibah Pokmas

​”Proses pemadaman di lapangan turut dipantau jajaran Kasi Penyelamatan, Analis Kebakaran, serta tim Baruna 1, 2, dan 3. Penanganan ini juga dibantu oleh unsur perangkat desa, Polsek Rejotangan, Koramil Rejotangan, dan relawan pemadam kebakaran (Redkar),” tambah Bambang.

​Mengenai pemicu kebakaran, Bambang menjelaskan bahwa penyebab pasti munculnya titik api masih belum diketahui dan dalam proses penyelidikan pihak berwajib. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada penumpukan bahan material yang mudah terbakar.