KABAR DAERAH

Tanggul Sungai di Rejotangan Tulungagung Jebol, Ratusan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

×

Tanggul Sungai di Rejotangan Tulungagung Jebol, Ratusan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Camat Rejotangan, Didi Jarot Widodo Nursamsu (kiri), bersama Kepala Desa Banjarejo, Zainudin Jawahir (kanan), saat meninjau langsung proses perbaikan darurat tanggul jebol di Desa Banjarejo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM — Pemerintah Kecamatan Rejotangan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pemerintah Desa Banjarejo bergerak cepat melakukan penanganan darurat terhadap tanggul sungai yang jebol di Desa Banjarejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.

​Langkah tanggap darurat ini diambil guna menyelamatkan sedikitnya 100 hektar lahan pertanian warga dari risiko kegagalan panen akibat luapan air susulan.

​Kepala Desa Banjarejo, Zaenuddin Jawahir, mengungkapkan bahwa musibah tersebut dipicu oleh tingginya debit luapan air dari wilayah selatan yang terjadi pada Sabtu (31/10) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Aliran air yang melimpah dari Sungai Kandun melebihi kapasitas penampungan Sungai Nglungur di Desa Banjarejo hingga membobol dinding tanggul.

​”Terdampak sekitar 100 hektar tanaman warga akibat banjir tersebut, dan panjang tanggul yang jebol kurang lebih mencapai 30 meter,” kata Zaenuddin Jawahir saat memberikan keterangan di lokasi pengerjaan tanggul, Jumat (6/11/2026).

Baca Juga:  Momen Haru Pernikahan di Balik Jeruji Lapas Tulungagung: Bukti Hak Berkeluarga Tetap Dijamin

​Zaenuddin membeberkan, insiden jebolnya tanggul di titik lokasi yang sama ini bukan kali pertama terjadi. Peristiwa ini tercatat sudah berulang sebanyak empat kali dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

​”Ini merupakan kejadian yang keempat kalinya dari tahun-tahun sebelumnya. Harapan kami, perbaikan yang dilakukan kali ini bisa menjadi yang terakhir dan memberikan ketenangan bagi para petani,” tuturnya.

​Pengerahan Alat Berat dan Kolaborasi Lintas Sektor

​Sementara itu, Camat Rejotangan, Didi Jarot Widodo Nursamsu, menyampaikan apresiasi atas respons cepat seluruh pihak, mulai dari perangkat desa, warga setempat, hingga jajaran teknis dari BBWS yang bergotong royong di lapangan.

​Ia menegaskan bahwa perbaikan fisik tanggul sungai ini difokuskan sebagai langkah mitigasi kebencanaan darurat agar dampak luapan air tidak meluas ke kawasan permukiman maupun area pertanian lainnya.

Baca Juga:  Marketing Bank Di Tulungagung Ditangkap Polisi

​”Supaya penanganan ini segera tuntas, kesiapsiagaan dan hasil mitigasi kebencanaan terus kita optimalkan guna mengurangi risiko bencana. Saat ini kita saksikan bersama proses gotong royong perbaikan tanggul bekerja sama dengan rekan-rekan dari BBWS dengan mengerahkan alat berat,” ujar Didi Jarot Widodo Nursamsu.

​Didi Jarot berharap rekonstruksi fisik pada struktur tanggul sepanjang 30 meter ini mampu menjadi penahan yang kokoh sehingga aktivitas pertanian warga di sekitarnya dapat segera pulih.

​Rencana Normalisasi Sungai Sepanjang 2,5 Kilometer

​Sebagai solusi jangka panjang, Pemdes Banjarejo mengonfirmasi telah berkoordinasi dengan pihak dinas terkait dan BBWS mengenai rencana normalisasi alur sungai secara menyeluruh pada tahun mendatang.

​Menurut Kades Zaenuddin Jawahir, proyek normalisasi sungai tersebut direncanakan membentang sepanjang 2,5 kilometer mulai dari hulu di Desa Tapan hingga hilir di Desa Banjarejo.

Baca Juga:  Anggota TNI dan Polsek Ngantru Tulungagung Bersihkan Selokan 

​”Hasil koordinasi kami dengan pihak BBWS, tahun depan direncanakan ada program normalisasi alur sungai dari hulu ke hilir sepanjang 2,5 kilometer, mulai wilayah Desa Tapan sampai Banjarejo. Harapan kami Pemkab bersama instansi terkait terus mengupayakan penanganan terbaik bagi wilayah kami,” pungkas Zaenuddin Jawahir.