Suasana malam Jalan Raya Pinggirsari Ngantru tanpa lampu penerangan jalan ( Hariyanto ajttv.com)
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Jalur utama Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung kini berubah menjadi “jalur maut” yang mencekam saat matahari tenggelam. Sudah dua bulan penuh, fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang 1 kilometer jalur vital tersebut padam total. Ironisnya, hingga detik ini, instansi terkait terkesan “tutup mata” dan belum melakukan tindakan perbaikan apa pun.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (18/6/2026), pemadaman massal ini membentang luas. Titik gelap gulita dimulai dari Jalan Raya Pinggirsari Aryo Blitar hingga memutus batas wilayah di kawasan sekitar SPBU Desa Srikaton.
”Sudah berlangsung sejak dua bulan yang lalu hingga hari ini, namun sampai sekarang belum terlihat ada petugas atau perbaikan apa pun di lokasi tersebut,” keluh Badriyah, warga RT 003 / RW 003 Desa Pinggirsari dengan nada kecewa.
Baca Juga: Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia Satpol PP Saat Asyik Nongkrong di Warkop
Padahal, jalan raya ini bukan sekadar jalan desa biasa. Ini adalah urat nadi perekonomian warga, rute utama transportasi hasil bumi, serta jalur mobilitas harian antar-kecamatan. Namun begitu malam tiba, jalanan ini berubah drastis menjadi gelap gulita bak area tak berpenghuni.
Dampak dari pembiaran ini pun mulai memakan korban. Heru Santoso, warga setempat yang kerap melintasi jalur tersebut, membeberkan fakta mengerikan bahwa kecelakaan kini menjadi “menu mingguan” di kawasan tersebut.
Pengendara tergelincir atau menabrak tepi jalan karena jarak pandang nol. Minimnya cahaya membuat kendaraan yang berpapasan sering hilang kendali.
“Hampir setiap minggu pasti ada saja kasus kecelakaan ringan hingga sedang di sini,” ungkap Heru cemas.
Horor Kriminalitas dan Tuntutan Warga
Tak hanya dihantui ancaman kecelakaan lalu lintas, warga kini dilingkupi rasa was-was dan ketakutan luar biasa. Kegelapan pekat sepanjang 1 kilometer ini dinilai menjadi “karpet merah” bagi para pelaku kejahatan, mulai dari potensi pembegalan, pencurian, hingga tindakan kriminal lainnya. Warga mengaku terpaksa bertaruh nyawa dan diselimuti trauma setiap kali terpaksa melintas di malam hari.
Baca Juga: Mengapa 18 Dapur Makan Gratis Tulungagung Dibekukan BGN? Ini Alasan Lengkapnya!
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda kehadiran dinas terkait di lokasi. Warga Pinggirsari kini kompak bersuara keras: Mereka menuntut tindakan instan dan cepat! Masyarakat meminta hak mereka atas fasilitas publik yang aman segera dikembalikan sebelum ada korban jiwa yang melayang akibat kelalaian ini.
Apakah pemerintah daerah harus menunggu jatuh korban jiwa yang lebih fatal baru bertindak? Warga menunggu bukti nyata, bukan sekadar janji






