Scroll untuk baca artikel
KABAR DAERAH

Mengapa 18 Dapur Makan Gratis Tulungagung Dibekukan BGN? Ini Alasan Lengkapnya!

138
×

Mengapa 18 Dapur Makan Gratis Tulungagung Dibekukan BGN? Ini Alasan Lengkapnya!

Sebarkan artikel ini

ILUSTRASI Dapur MBG Tulungagung ( Anang Yulianto ajttv.com)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional 18 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung. Keputusan ini diambil setelah hasil evaluasi berkala menemukan adanya sejumlah ketidaksesuaian standar operasional, termasuk indikasi kuat praktik monopoli oleh pemasok bahan pangan.

​Langkah pembekuan sementara ini merupakan bagian dari komitmen pengawasan ketat BGN demi menjaga kualitas layanan, mutu, serta keamanan pangan yang disalurkan langsung kepada anak-anak penerima manfaat.

​Koordinator Wilayah BGN Tulungagung, Sabrina Mahardika, saat dikonfirmasi pada Selasa (16/6/2026) membenarkan bahwa beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya kedapatan belum memenuhi regulasi operasional yang berlaku.

Penyebab Pembekuan: Aturan 15 Pemasok Dilanggar

​Salah satu pelanggaran krusial yang ditemukan di lapangan adalah minimnya jumlah mitra penyedia bahan baku makanan.

Baca Juga: Geger! Menu Makan Bergizi Gratis di Tulungagung Disebut ‘Tak Manusiawi’, Wali Murid Ngamuk Dikasi Pisang Mentah

“Ada beberapa SPPG yang hanya memiliki tiga sampai lima supplier (pemasok). Jumlah tersebut masih berada di bawah ketentuan minimal yang ditetapkan, yakni wajib 15 supplier,” ujar Sabrina menjelaskan hasil monitoring lapangan.

Sabrina menegaskan, aturan batas minimal 15 pemasok ini bukan tanpa alasan. Ketentuan ini sengaja diterapkan guna mencegah terjadinya ketergantungan penuh terhadap pihak tertentu (monopoli) sekaligus menciptakan ekosistem distribusi bahan pangan lokal yang lebih sehat, kompetitif, dan transparan.

​Selain persoalan monopoli rantai pasok, tim pengawas BGN juga menemukan rapor merah pada pemenuhan fasilitas serta sarana penunjang operasional dapur. Evaluasi mendalam ini turut mempertimbangkan mitigasi risiko berkaca dari beberapa kejadian luar biasa (KLB) di daerah lain, termasuk kasus keracunan makanan.

Distribusi Makanan Dipastikan Aman

​Meski belasan dapur tersebut ditutup, masyarakat diminta tidak panik. BGN memastikan bahwa distribusi paket makanan untuk anak-anak penerima manfaat di Tulungagung tidak akan terganggu atau terhenti.

Baca Juga: Pedagang di Tulungagung Keluhkan Program Makan Bergizi Gratis, UMKM Terdampak

​“Pelayanan tetap berjalan normal. Penerima manfaat yang sebelumnya dicover oleh 18 dapur yang dihentikan sementara ini, operasional distribusinya langsung dialihkan ke dapur SPPG terdekat lainnya yang dinilai siap dan memenuhi standar,” terang Sabrina.

Sifatnya Sementara, Pengelola Diberi Waktu Berbenah

​Lebih lanjut, pihak BGN menyatakan bahwa sanksi penghentian operasional ini tidak bersifat permanen. Pengelola dapur masih diberikan kesempatan penuh untuk melakukan perbaikan dan pembenahan total terhadap seluruh poin catatan evaluasi.

Baca Juga: Parkir Sembarangan di Trotoar, Puluhan Pengendara di Kota Tulungagung Langsung Ditilang Petugas Gabungan

Dapur-dapur SPPG tersebut diizinkan aktif kembali memproduksi makanan jika seluruh persyaratan ketat yang ditetapkan BGN pusat telah terpenuhi. Persyaratan itu meliputi standarisasi sarana prasarana, perbaikan tata kelola manajemen, hingga jaminan mutu pelayanan.

​Hingga saat ini, BGN terus melakukan pengawasan berkala secara masif di lapangan. Pihak otoritas menyatakan jumlah dapur yang dibekukan masih bisa berubah secara dinamis, tergantung pada hasil pemeriksaan fisik dan kepatuhan pengelola di setiap wilayah kerja.