Penyidik KPK berada di Ruang Prajamukti Pemkab Tulungagung ( anang ajttv.com)
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Gerbong penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bergerak di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Memasuki hari keenam pasca-Operasi Tangkap tangan (OTT) Bupati Gatut Sunu Wibowo, tim penyidik kini membidik keterangan dari sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Jumat (17/4/2026).
Bertempat di lantai 2 Ruang Prajamukti, pemeriksaan berlangsung intensif dengan skema dua jalur: sesi kolektif dan pendalaman individu. Suasana di belakang Kantor Bupati tampak sibuk dengan lalu-lalang para pejabat yang dipanggil menghadap penyidik lembaga antirasuah tersebut.
Sesi Kolektif dan “Kursi Panas” Individu
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tulungagung, Achmad Mugiyono atau yang akrab disapa Mamad, menjadi salah satu pejabat yang keluar lebih awal. Kepada media, ia membeberkan mekanisme pemeriksaan yang diterapkan penyidik untuk menguliti kasus ini.
“Ada sesi bersama-sama tadi sekitar setengah jam. Setelah itu baru pemanggilan satu per satu secara bergantian. Masih ada beberapa OPD yang masih di dalam karena pendalamannya berbeda-beda,” ujar Mamad sembari melempar senyum santai kepada awak media.
Menurut Mamad, durasi pemeriksaan individu bergantung pada kebutuhan penyidik dalam menggali keterangan detail. Beberapa OPD merupakan wajah lama yang kembali dimintai keterangan tambahan, sementara lainnya merupakan pemanggilan perdana.
Senyum Irit Bicara di Lingkungan Pemkab
Selain Mamad, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dwi Hari Subagyo, juga terlihat melintas di area pemeriksaan. Meski tampak tenang dan sempat menyapa wartawan dengan senyuman, Dwi memilih untuk langsung menuju kantornya tanpa memberikan pernyataan resmi terkait substansi pemeriksaan.
Membidik Konstruksi Perkara Pasca-OTT
Pemeriksaan maraton ini merupakan pengembangan krusial setelah KPK menetapkan Bupati Gatut Sunu Wibowo dan ajudannya, Dwi Yoga Ambal, sebagai tersangka pada 11 April lalu. Penyidik kini fokus memetakan aliran dana serta mencari bukti keterlibatan pihak lain yang mungkin ikut “menikmati” atau memfasilitasi praktik lancung tersebut.
Hingga sore hari, Ruang Prajamukti masih menjadi saksi bisu upaya KPK mengungkap konstruksi perkara secara utuh demi membersihkan birokrasi di Kota Marmer dari sisa-sisa praktik korupsi.












