Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Ratusan Massa 212 Kepung Kantor Kecamatan Rejotangan Tulungagung, Tuntut Nyawa Pengendara Tak Melayang di Jalan Rusak

3
×

Ratusan Massa 212 Kepung Kantor Kecamatan Rejotangan Tulungagung, Tuntut Nyawa Pengendara Tak Melayang di Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini

Ratusan Massa 212 Kepung Kantor Kecamatan Rejotangan ( Anang ajttv.com)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Gejolak tuntutan rakyat pecah di tengah khidmatnya ibadah puasa. Senin (23/02/2026) sore, tepat pukul 15.30 WIB, kantor Kecamatan Rejotangan mendadak riuh oleh kehadiran ratusan perwakilan massa dari komunitas 212 Loro Siji Loro “Rakyat Makmur Sejahtera”. Mereka datang dengan satu misi menagih hak atas jalan yang layak dan aman.

​Massa yang merupakan representasi dari Desa Sumberagung, Tanen, Sukorejo Wetan, Tenggong, Panjerejo, Tenggur, Karangsari, hingga Tugu ini, secara tegas menyampaikan kegelisahan mereka terhadap infrastruktur jalan yang kian “menghantui” keselamatan warga.

​Antara Nyawa dan Jerat Aturan: Rakyat Menolak Diam!

​Persoalan menjadi pelik ketika niat baik warga untuk melakukan perbaikan mandiri justru terbentur tembok regulasi. Koordinator Wilayah (Korwil) Timur, Edi Suyanto, membeberkan adanya “UU Baru” yang menghambat langkah warga untuk menambal jalan secara swadaya karena alasan kualitas jalan.

​”Kami terjepit! Di satu sisi nyawa pengendara roda dua dan empat terus terancam, di sisi lain ada aturan yang melarang pembangunan sembarangan. Rakyat bingung, anggaran pusat terbatas, skala prioritas tidak jelas. Kami tidak ingin langkah kami malah jadi polemik hukum,” tegas Edi dalam orasinya.

Ultimatum Satu Tahun: “Jangan Sampai Kami Datang dengan Massa Lebih Besar!”

​Aksi damai ini tidak sekadar seremoni. Massa secara resmi menyerahkan Petisi Rakyat kepada Camat Rejotangan, Djarot. Mereka menuntut Camat dan Forkopimcam untuk melakukan konsolidasi total ke Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam kurun waktu satu tahun ke depan.

​Koordinator Lapangan (Korlap), Robet Avandi, melontarkan peringatan keras. “Ini adalah awal. Jika dalam satu tahun tidak ada progres nyata di lapangan, kami pastikan akan kembali bersilaturahmi ke kantor kecamatan dengan jumlah massa yang jauh lebih besar!” tandas Robet.

​Sinergi untuk Tulungagung: Dukung Kinerja Bupati Gatut Sunu

​Di tengah tensi tuntutan yang tinggi, suasana tetap terkendali. Ketua Umum 212 Loro Siji Loro, Dana, didampingi Dewan Pertimbangan Bagus Romadhon dan pengurus DPC 212 Kediri, Arif, menegaskan bahwa gerakan ini adalah bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah, bukan untuk menciptakan ketakutan.

​”Kami mendukung penuh kinerja luar biasa Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo. Gerakan kami adalah mitra pemerintah untuk menuju Tulungagung yang lebih baik dan bersatu. Jangan jadikan aksi kami momok, tapi mari bergandengan tangan untuk Tulungagung Maju,” ujar Dana.

​Closing Menyejukkan: Aksi Berbagi di Balik Tuntutan

​Ketegangan aksi akhirnya mencair saat waktu berbuka puasa mendekat. Alih-alih membubarkan diri dengan tangan hampa, massa bersama jajaran Forkopimcam justru berbaur membagikan takjil kepada pengguna jalan di depan kantor kecamatan.

​Camat Rejotangan, Djarot, menyampaikan rasa terima kasihnya atas penyampaian aspirasi yang tertib dan memohon dukungan serta doa agar pengawalan petisi ini berjalan mulus di tingkat kabupaten. Aksi berakhir aman, kondusif, dan penuh rasa kekeluargaan, meninggalkan pesan kuat bahwa rakyat Rejotangan kini tengah mengawasi setiap jengkal pembangunan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *