Radio Wijang Songko Kediri ( Lubis Murtono ajttv.com)
KEDIRI, AJTTV.COM – Ada luka yang tak berdarah saat frekuensi radio yang biasanya ceria tiba-tiba berubah menjadi isak tangis. Selasa, 31 Maret 2026, menjadi hari paling memilukan bagi warga Kediri. Suara Anggi Pramesti, yang selama bertahun-tahun menjadi teman akrab di ruang tamu hingga kabin kendaraan, tiba-tiba bergetar dan pecah. Di ujung siarannya, bukan tawa yang terdengar, melainkan napas yang tersengal menahan kesedihan.
Bersama Lik Doel, Anggi mengumumkan kalimat yang paling tidak ingin didengar oleh para pendengar setianya: “Hari ini, kami pamit.”
Satu jam setelah siaran live pamungkas itu, kantor Radio Wijang Songko (RWS) di Jalan Kilisuci mendadak ramai. Bukan oleh keriuhan program hiburan, melainkan oleh langkah kaki para pendengar yang datang membawa bunga dan makanan sebagai tanda cinta terakhir. Suasana kantor yang biasanya penuh energi seketika berubah menjadi biru. Tangis pecah di antara penyiar dan pendengar, seolah kehilangan anggota keluarga sendiri.
Kepala Studio RWS, Lindawati, mengonfirmasi bahwa mulai 1 April 2026, frekuensi 99.00 MHz akan senyap. Alasan di balik keputusan berat ini adalah pensiunnya sang pemilik, Pitter Utomo, yang kini telah menginjak usia 83 tahun.
Sejak tahun 1968, RWS telah menjadi denyut nadi Kota Kediri. Lewat musik pop, dangdut, hingga candaan yang menghangatkan suasana, radio ini bukan sekadar media informasi, melainkan saksi bisu perjalanan hidup ribuan orang selama lebih dari setengah abad.
”Terima kasih atas kebersamaan ini. Semoga kita bisa berjumpa lagi,” ucap Asti Wibowo, Koordinator Siaran, dengan nada penuh harap di tengah ketidakpastian.
Kini, slogan “Radio Terpercaya di Kota Kediri” itu akan menjadi memori. Malam ini, tepat pukul 00.00 WIB, suara yang biasanya menemani rutinitas warga Kediri akan hilang ditelan sunyi, meninggalkan ruang hampa di gelombang radio yang tak akan lagi sama.












