Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Balon Udara Bawa Petasan Nyaris Hanguskan Rumah Warga Kutoanyar Tulungagung

7
×

Balon Udara Bawa Petasan Nyaris Hanguskan Rumah Warga Kutoanyar Tulungagung

Sebarkan artikel ini

Petugas Damkar evakuasi Balon Udara timpa Rumah Warga Kutoanyar Tulungagung ( Heru Susanto ajttv.com)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Warga Kelurahan Kutoanyar,Blok J RT/RW 001/010  Kecamatan/Kabupaten Tulungagung nyaris mengalami musibah besar . Sebuah balon udara liar berukuran raksasa yang dilengkapi petasan terjatuh dan tersangkut di atap rumah warga serta kabel listrik, Jumat (3/4/2026).

​Insiden yang terjadi sekitar pukul 06.05 WIB ini sempat memicu kepanikan luar biasa. Pasalnya, saat jatuh menimpa rumah, api pemanas pada balon udara tersebut masih dalam kondisi menyala dan terdengar rentetan ledakan petasan.

Detik-Detik Evakuasi Menegangkan

​Bambang Pidekso, Kasi Operasional dan Pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tulungagung, menjelaskan bahwa laporan warga masuk sesaat setelah balon udara tersebut tersangkut di jaringan listrik dan jatuh ke atap rumah.

​”Laporannya api masih menyala di atas atap dan ada suara ledakan petasan. Kami langsung terjunkan personel ke TKP untuk mencegah kebakaran meluas,” ujar Bambang kepada ajttv.co, Sabtu (4/4/2026).

​Beruntung, saat petugas tiba di lokasi, api yang membakar material plastik balon tersebut sudah mulai padam. Namun, potensi bahaya tetap tinggi karena posisi balon yang melilit kabel PLN dan menyentuh bagian sensitif rumah warga.

Ditemukan Petasan Aktif yang Gagal Meledak

​Petugas Damkar bergerak cepat mengevakuasi material balon yang memiliki panjang sekitar 2,5 meter tersebut. Dalam pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan fakta mengerikan: masih ada lima buah petasan aktif yang gagal meledak.

​”Ukurannya cukup besar, panjang balon sekitar 2,5 meter dari bahan plastik yang sangat mudah terbakar. Kami juga menemukan lima petasan yang belum meledak. Bisa dibayangkan kalau itu meledak tepat di atap rumah,” tambah Bambang.

Koordinasi dengan PLN

​Selain mengevakuasi bangkai balon ke Mako Damkar Tulungagung untuk pengamanan, pihak DPKP juga langsung berkoordinasi dengan PLN Tulungagung. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada kerusakan pada jaringan listrik akibat panas api maupun beban balon udara tersebut yang bisa memicu arus pendek (korsleting).

​Pihak berwenang kembali mengimbau warga agar tidak menerbangkan balon udara liar, terutama yang disertai petasan, karena sangat membahayakan nyawa, merusak properti, serta mengganggu jaringan listrik dan penerbangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *