Ilustrasi Garis Polisi
KEDIRI, AJTTV.COM– Aparat Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, tengah mendalami kasus kematian tragis seorang balita berusia empat tahun asal Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri. Bocah malang tersebut ditemukan meninggal dunia pada Rabu (15/4) petang dengan sejumlah luka lebam yang mencurigakan di tubuhnya.
Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, mengonfirmasi bahwa pihak penyidik sedang bergerak cepat mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti pendukung. Fokus pemeriksaan saat ini mengarah pada lingkungan terdekat korban.
”Kami masih mendalami keterangan dari ibu, nenek, hingga ayah tiri korban untuk mengetahui penyebab pasti kematian anak tersebut,” ujar AKP Achmad Elyasarif di Kediri, Jumat (17/4).
Menunggu Hasil Visum Rumah Sakit Bhayangkara
Polisi belum bisa menyimpulkan apakah kematian korban disebabkan oleh faktor alamiah atau adanya tindak kekerasan (penganiayaan). Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Kediri untuk menjalani proses visum et repertum.
”Untuk luka lebam yang ditemukan, masih kami dalami. Kami menunggu hasil pemeriksaan medis agar penanganan kasus ini bisa lebih jelas dan objektif,” tambahnya.
Kesaksian Sang Kakak: “Adik Saya Sosok Pendiam”
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, termasuk kakak kandung korban, Muhammad Wahyudi (26). Wahyudi mengaku terakhir kali melihat adiknya dua hari sebelum kejadian. Namun, ia tidak sempat berinteraksi karena sang adik selalu dalam keadaan tertidur setiap kali ia berkunjung ke rumah neneknya.
”Dua hari lalu saya bertemu lagi tidur. Setiap saya ke rumah nenek, dia memang selalu tidur. Dia sosok yang pendiam,” tutur Wahyudi.
Wahyudi yang tinggal terpisah dari adiknya mengaku terkejut mendengar kabar duka ini, terlebih dengan adanya luka lebam yang ditemukan polisi. Ia pun mendesak pihak kepolisian untuk membuka kasus ini secara transparan.
”Saya berharap kejadian ini diusut tuntas, dicari kebenarannya,” tegasnya.












