KEDIRI, AJTTV.COM – Sesosok jenazah pria ditemukan mengapung di aliran Sungai Brantas, tepatnya di kawasan Jembatan Semampir, Kota Kediri, pada Rabu pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Penemuan ini langsung memicu perhatian warga di sekitar lokasi kejadian.
Mendapat laporan tersebut, tim BPBD Kota Kediri bersama Basarnas segera bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi dari tengah aliran sungai.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri, Joko Ariyanto, mengonfirmasi bahwa identitas korban telah berhasil diidentifikasi. Korban diketahui bernama Mustofa, seorang warga Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.
”Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari ikan di sekitar kawasan Jembatan Ngujang, Tulungagung, beberapa hari lalu. Identitas ini dipastikan setelah pihak keluarga datang dan memberikan keterangan serta mencocokkan ciri-ciri korban kepada petugas,” terang Joko Ariyanto.
Hanyut Sejauh 35 Kilometer
Jarak antara lokasi awal hilangnya korban dengan lokasi penemuan terbilang cukup jauh. Derasnya arus Sungai Brantas membawa tubuh korban hingga memasuki wilayah administrasi Kota Kediri.
Komandan Tim (Dantim) Basarnas Trenggalek, Nuryono, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan dalam posisi mengapung cukup jauh dari titik awal laporan kehilangan.
Titik Hilang di Kawasan Jembatan Ngujang, Tulungagung dan ditemukan di Kawasan Jembatan Semampir, Kota Kediri dengan Estimasi Jarak Hanyut Sekitar 35 kilometer.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Setelah berhasil dievakuasi dari sungai oleh tim SAR gabungan, jenazah Mustofa langsung dibawa menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Kediri untuk dilakukan visum dan penanganan medis lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya jasad korban, pihak Basarnas menyatakan bahwa seluruh rangkaian operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap hilangnya pencari ikan tersebut resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur relawan dan petugas yang terlibat kini telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing.












