Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Detik-Detik Warga Bendosari Tulungagung Hanyut di Sungai Brantas: Saksi Hanya Dengar Suara Ceburan, Korban Langsung Lenyap

5
×

Detik-Detik Warga Bendosari Tulungagung Hanyut di Sungai Brantas: Saksi Hanya Dengar Suara Ceburan, Korban Langsung Lenyap

Sebarkan artikel ini

Tim SAR melakukan pencarian korban hilang di sungai Brantas di Desa Bendosari Kecamatan Ngantru Tulungagung ( Andika ajttv.com )

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Momentum pladu atau flushing (pembersihan plengsengan) Waduk Wlingi yang biasanya menjadi berkah berburu ikan bagi warga, kali ini berujung petaka. Seorang pria dilaporkan hilang secara misterius setelah terseret derasnya arus Sungai Brantas di Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung pada Selasa pagi (19/5).

​Korban diketahui bernama Mustofa (45), warga setempat. Pria paruh baya tersebut diduga kuat terpeleset dari tebing sungai yang licin saat mencoba menjaring ikan, lalu seketika tenggelam ditelan arus sungai terbesar di Jawa Timur tersebut.

Saksi Hanya Dengar Suara Ceburan Maut

​Komandan Tim Basarnas Trenggalek, Nuryono, mengungkapkan bahwa laporan hilangnya korban diterima oleh pihak kepolisian dan tim SAR sekitar pukul 08.00 WIB. Berdasarkan kesaksian warga di lokasi kejadian, suasana di sekitar Sungai Brantas sebenarnya sedang ramai oleh masyarakat yang berburu ikan mabuk akibat fenomena pladu.

​”Saat kejadian, kondisi air sungai sebenarnya sudah berangsur normal setelah sebelumnya meluap akibat flushing Waduk Wlingi. Saksi mata mengaku sempat mendengar suara benda berat terjatuh ke sungai. Diduga kuat itu adalah korban yang terpeleset,” jelas Nuryono, Selasa (19/5).

Nahas, derasnya sisa arus pasca-luapan membuat saksi mata di lokasi tidak sempat memberikan pertolongan. Tubuh Mustofa langsung terseret dan hilang dari pandangan dalam hitungan detik.

Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Brantas Sejauh 3 Kilometer

​Merespons laporan darurat tersebut, Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD Tulungagung, bersama puluhan relawan langsung menerjunkan operasi penyelamatan darurat.

​Dua unit perahu karet (LCR) dikerahkan ke titik nol kejadian untuk menyisir aliran Sungai Brantas hingga radius 3 kilometer ke arah hilir.

​”Radius pencarian saat ini terus kami perluas. Meski kondisi debit air sudah kembali normal, keberadaan korban masih belum berhasil mendeteksi,” tambah Nuryono.

​Selain penyisiran menggunakan perahu di jalur air, tim gabungan juga membagi personel untuk melakukan pemantauan visual secara statis melalui jalur darat di sepanjang bantaran sungai. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian intensif terhadap Mustofa masih terus diupayakan oleh petugas.

Penulis: AndikaEditor: Adimas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *