Scroll untuk baca artikel
KABAR DAERAH

Memiliki Riwayat Penyakit Serius, Dua Jemaah Haji Asal Kediri Wafat di Arab Saudi

65
×

Memiliki Riwayat Penyakit Serius, Dua Jemaah Haji Asal Kediri Wafat di Arab Saudi

Sebarkan artikel ini

Dua Jemaah Haji Asal Kediri Wafat di Arab Saudi/ Istimewa

KEDIRI, AJTTV.COM – Kabar duka datang dari pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Dua jemaah haji asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Tanah Suci, Arab Saudi. Kedua jemaah tersebut diketahui memiliki riwayat penyakit serius sebelum bertolak dari tanah air.

​Kepala Seksi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Mahfudzia Afindis, mengonfirmasi bahwa kedua jemaah yang wafat tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) SUB 109 dan SUB 110.

​Kondisi Menurun Akibat Penyakit Kanker dan Jantung

Baca Juga: Jemaah Haji Kloter 110 Kediri Alami Batuk Pilek Akibat Cuaca Panas Ekstrem di Makkah

Jemaah pertama yang wafat adalah Khoirun Nimah, warga Desa Gondang, Kecamatan Plosoklaten. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes), almarhumah yang tergabung dalam Kloter SUB 109 ini diketahui mengidap kanker ganas pada bagian rektum atau usus. Selama berada di Arab Saudi, kondisi kesehatannya terus mengalami penurunan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

​Sementara itu, jemaah kedua yang tutup usia adalah Arif Setiawan (63), warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare. Jemaah yang tergabung dalam Kloter SUB 110 dan binaan KBIHU Mubarok Kediri ini mulai mengeluhkan sakit pada Kamis, 4 Juni 2026.

​”Saat itu, istrinya menghubungi petugas kesehatan karena almarhum mengeluhkan nyeri perut disertai sesak napas,” ujar Afindis, Senin (8/6/2026).

Sempat Tolak Tindakan Medis Risiko Tinggi

​Setelah melalui pemeriksaan oleh dokter sektor, Arif sempat dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), lalu dipindahkan ke Rumah Sakit King Faisal Makkah, hingga akhirnya dirawat di Rumah Sakit King Abdullah Medical City Specialist Makkah.

Baca Juga: Jemaah Haji Asal Tulungagung Siap Pulang ke Tanah Air

Tim medis sebenarnya telah merencanakan tindakan medis lanjutan tingkat tinggi pada Jumat, 5 Juni 2026. Tindakan tersebut meliputi prosedur high risk PCI CTO LCX dan LAD dengan dukungan alat ECMO serta hemodialisis (cuci darah). Namun, tindakan penyelamatan tersebut tidak dapat terlaksana karena pasien menolak untuk menjalani prosedur medis.

​Sehari setelahnya, Arif menjalani terapi konservatif dan direncanakan untuk pulang lebih awal melalui program tanazul. Namun takdir berkata lain, pada pukul 20.55 Waktu Arab Saudi (WAS), Arif dinyatakan meninggal dunia.

​Berdasarkan keterangan medis, penyebab kematian Arif adalah syok kardiogenik (cardiogenic shock) yang dipicu oleh serangan jantung akut (acute myocardial infarction/AMI). Almarhum juga tercatat memiliki komplikasi riwayat penyakit seperti jantung iskemik kronis, hipertensi, diabetes melitus tipe 2, dan hiperkolesterolemia.

​Proses Pemakaman Sesuai Prosedur Arab Saudi

​Afindis memastikan bahwa seluruh proses pengurusan hingga pemakaman jenazah kedua jemaah haji tersebut telah selesai dilakukan sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku di Pemerintah Arab Saudi.

Baca Juga: Menyingkap Jaringan Mafia Haji 2026: Modus Jadi Petugas Haji, Apakah Pegawai Kemenhaj Terlibat?

Pihak otoritas terkait, termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, telah melakukan takziah ke rumah duka. Selain itu, perwakilan dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga turut menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga jemaah yang ditinggalkan.