Foto: Kepala SMKN 2 Tulungagung Ir. Dwi Atwin Suyitno, S.Pd., M.T.
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Pendidikan vokasi di era modern tidak hanya dituntut untuk melahirkan lulusan yang cakap secara teknis, namun juga tangguh secara moral. Berkomitmen menjawab tantangan tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMK Negeri 2 Tulungagung menegaskan kesiapannya dalam menyelaraskan kompetensi dunia kerja dengan penguatan fondasi karakter peserta didik.
Kepala UPT SMK Negeri 2 Tulungagung, Ir. Dwi Atwin Suyitno, S.Pd., M.T., menyatakan bahwa mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi harus dimulai dari keseimbangan antara kemampuan akademis, keterampilan praktis, dan integritas personal. Menurutnya, dunia usaha dan dunia industri (DUDI) saat ini tidak hanya melihat aspek kognitif, melainkan juga rekam jejak etika para calon tenaga kerja.
Baca Juga: Strategi SMKN Rejotangan Tulungagung Hadirkan Layanan Pembelajaran Vokasi yang Lebih Berdampak
“Kami bertekad mencetak lulusan yang memiliki pengetahuan luas, kompetensi profesional, keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri, serta berdaya saing tinggi,” ujar Dwi Atwin dalam statemen resminya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seluruh capaian kompetensi teknis siswa tersebut akan menjadi hilang maknanya jika tidak diimbangi dengan moralitas yang kokoh berupa etika dan adab dari diri masing-masing siswa.
Pondasi awal etika, adab harus tumbuh berkembang dimulai dari lingkungan keluarga dirumah, harus mampu hormat dan patuh kepada orang tua. Sehingga secara lambat laun menjadi suatu kebiasaan yang akan terjadi pada lingkungan sekolah.
Mereka akan terbiasa untuk hormat dan patuh terhadap Guru dan seluruh warga di SMK yang lebih tua. Oleh karena itu, lingkungan dan iklim belajar di SMKN 2 Tulungagung akan menempatkan pembentukan mentalitas diri siswa berupa adab dan etika sebagai pilar tertinggi yang harus diutamakan.
”Seluruh proses pendidikan dilandasi oleh penguatan etika, adab, dan karakter sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang berintegritas dan berprestasi,” tegasnya.
Tantangan Vokasi dan Kebutuhan Industri
Langkah yang diusung oleh manajemen SMKN 2 Tulungagung ini sejalan dengan peta jalan transformasi pendidikan vokasi nasional. Di tengah ketatnya persaingan global, industri kerap mengeluhkan pentingnya soft skills—seperti komunikasi, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama—yang semuanya berakar dari adab dan karakter yang baik.
Dengan menerapkan ekosistem belajar yang disiplin namun humanis, sekolah ini optimistis mampu menjembatani kebutuhan riil sektor industri. Siswa tidak hanya dilatih untuk menguasai teknologi modern, tetapi juga dibekali kesiapan mental untuk beradaptasi dengan dinamika profesi yang terus berubah.
Komitmen ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan, khususnya di wilayah Tulungagung dan sekitarnya, bahwa prestasi akademik dan keahlian industri harus berjalan beriringan dengan keluhuran budi pekerti guna melahirkan generasi emas yang siap kerja sekaligus berintegritas






